Hanifah, Karyawan Sholehah Pemuas Atasan – Obsesi yang semakin gila (Ep 2)

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Bokep Karyawan Sholehah Terbaru

Beberapa hari berlalu sejak Gatot mulai memperhatikan Hani lebih intens.
Pagi itu, hari Rabu, Hani datang pukul 07.40 dengan hijab warna biru muda, atasan kemeja kerja navy dan celana abu muda. Tubuhnya yang 169 cm dan 60 kg terlihat proporsional, tapi Gatot tahu betul apa yang ada di balik pakaian sopan itu.

Setelah tiga kali melahirkan normal, tubuh Hani sudah berubah total. Dadanya yang dulu kencang sekarang sudah agak kendur, dan memenuhi cup bra yang lebih besar. Putingnya lebih gelap dan lebih sensitif. Perutnya tidak lagi rata sempurna, ada sedikit stretch mark samar yang tersembunyi. Yang paling membuat Gatot nafsu parah adalah membayangkan memek Hani setelah tiga kali melahirkan normal tanpa operasi caesar, pasti lubangnya lebih longgar, lebih mudah basah, dan lebih mudah meregang lebar. Bayangan itu selalu membuat Gatot ngaceng keras setiap kali melihat Hani berjalan.

“Pagi, Han,” sapa Gatot santai saat Hani masuk ke ruangannya membawa map.
“Pagi, Pak,” jawab Hani dengan senyum manis seperti biasa.
“Aku lihat kamu agak pucat akhir-akhir ini. Kurang tidur ya, han?” tanya Gatot pura-pura khawatir sambil menyodorkan segelas kopi panas yang sudah ia racik barusan.
Hani menggeleng pelan. “Biasa aja, Pak. Anak-anak agak rewel semalam. Makasih kopinya.”
Hani meninum kopi itu tanpa curiga sedikit pun. Gatot tersenyum dalam hati. Tadi pagi ia telah menguras spermanya dua kali untuk dicampur ke kopi Hani. Bau dan rasanya sudah hampir tidak terasa lagi karena ia campur dengan gula dan susu kental yang cukup banyak.

Sepanjang hari, Gatot semakin sulit mengendalikan dirinya. Setiap kali Hani berjalan melewati ruangannya, matanya langsung tertuju ke bokong Hani yang montok khas ibu ibu muda.
Ia membayangkan rasanya memegang pinggul lebar itu sambil menghujamkan kontolnya dengan kasar dari belakang ke dalam memek Hani yang longgar.

Siang harinya, saat Hani sedang sibuk di komputer, Gatot mendekat dan berdiri tepat di belakang kursinya. Ia pura-pura melihat layar, tapi sebenarnya sedang menghirup aroma tubuh Hani dari dekat. Tubuh Hani tidak wangi namun juga tidak bau, sedikit bau keringat karena udara gudang yang panas.
“Kamu wangi ya, Han,” gumam Gatot merayu.
Hani tersipu malu. “Biasa aja kok Pak.”
Gatot tersenyum. “Perempuan sebaik kamu memang harus selalu wangi.”

Malam harinya, di rumah, kegilaan Gatot semakin menjadi.
Di dalam kamar, ia kembali membuka laptop, dan memutar slide show foto Hani yang sudah dikumpulkan hingga ratusan. Sambil mengocok kontolnya yang tebal dan berurat kuat, ia berbisik kasar:
“Hani…asuuu…dasar admin lonte. Setiap hari minum pejuhku, tapi masih sok polos. Kontol beruratku ini pasti langsung masuk semua di memek najismu yang longgar itu”
Bayangannya semakin liar.
Ia merencanakan sebuah hal besar untuk mencicipi tubuh hani, segera.
“Segera, kamu akan merasakan kontolku di memekmu, Han…” desis Gatot malam itu.

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment