Hanifah, Karyawan Sholehah Pemuas Atasan – Istri Yang Ternoda (Ep 6)

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Bokep Jilbab Terbaru

Sudah sebulan sejak Hani menyerahkan diri sepenuhnya pada Gatot.

Ia kini hidup dalam dua dunia yang bertolak belakang. Di rumah ia masih menjadi ibu dan istri yang tersenyum tulus di depan anak anak dan suaminya.

Tapi setiap kali Gatot memanggil, Hani datang seperti boneka yang sudah kehilangan jiwanya.

Ia semakin mahir berbohong— lembur, rapat mendadak, dinas luar kota. Hari ke hari Hani berbohong.

Suaminya masih percaya, dan itu justru membuat Hani semakin hancur di dalam.

Pergolakan batinnya masih kuat, Dia sakit hati atas perlakuan Gatot tapi juga menyukai sensasi persetubuhan dengan Gatot yang dilakukan berulang kali dalam sebulan terakhir.

Di kantor, Gatot pun sesekali memberikan perhatian pada Hani, perhatian kecil agar Hani sedikit merasa nyaman.

Malam itu, Rumah Gatot kembali akan menjadi saksi persetubuhan haram antara seorang karyawan dan atasannya.

Begitu pintu rumah tertutup, Gatot langsung mengunci dunia luar bagi Hani.

Matanya penuh nafsu dingin saat melihat Hani berdiri di tengah ruangan dengan hijab lebar dan pakaian kerja yang rapi.

“Telanjang. Hijab tetap pakai seperti biasa,” perintahnya dingin sambil menyiapkan kamera di tripod.

Hani menunduk. Tangannya melepas satu per satu pakaiannya hingga hanya tersisa hijab yang kini terasa seperti simbol penghinaan abadi.

Tubuhnya telanjang di hadapan pria yang bukan suaminya. Ia merasa kotor, murahan, tapi tak lagi berani menolak. Gatot merekam semuanya.

“Katakan ke kamera siapa kamu sekarang,” ujarnya sambil memegang seikat tali.

Hani dengan lancar menjawab:
“Saya Hani, budak seks dan Lubang pemuas nafsu Tuan Gatot”.

Gatot tersenyum puas. Ia mendorong Hani ke kasur king-size, membuka lebar kedua kakinya dan mengamati memeknya dengan tatapan jijik sekaligus lapar.

“Lihat ini,” katanya sambil menepuk pelan memek Hani.

“Bulan lalu belum separah ini kan?Kontolku tak terasa apa apa kalau masuk dengan cara biasa…HAHAHAHAHA.” ejek Gatot sinis.

Bentuk memek Hani memang semakin menyedihkan dan menjijikkan, jengger kehitamannya semakin Nampak seperti siput berkerut.

Dalam kondisi normal terlihat rongga memek itu sedikit menganga akibat persetubuhan ekstrim yang dilakukan Gatot dengan Fleshlight dilakukan berulang kali.

Ia meludah ke memek Hani, lalu memasukkan 5 jarinya hingga pergelangan tangan sekaligus dengan mudah.

Hani mendesah pelan.
“Ssshhh…Ahhhh Tuaann…”

Rasa penuh dan meregang paksa di memeknya sudah tidak lagi terasa asing.

Gatot mulai melakukan fisting pada memek hani, jari jarinya mengepal di dalam. Sesekali dilebarkan menekan semua bagian dinding Rahim Hani.

Gerakan memutar, menghujam dan mengocok silih berganti dilakukan sambil dia mengamati ekspresi Hani telentang di atas ranjang.

“Memek kaya gini mana bisa puas dengan Kontol, harus pake tangan… “celoteh Gatot.

Hani pun meracau, dia akui saat ini memeknya memang butuh benda berukuran besar agar bisa dipuaskan, karena bagi Hani kontol biasa sudah tak lagi ada rasanya.

“AAhhh… makasih Tuan, terus tuannn” racau Hani.

Gatot semakin brutal memfisting memek hani, hingga akhirnya Hani klimaks dan menjerit kuat.

“AHHHHHHHHH……AHHHH….” teriaknya sambil cairan kenikmatan menyembur deras ke muka Gatot.

Tubuhnya mengejang dibanjiri kenikmatan seolah sedang sakaratul maut.

“HAHAHAHA…Nikmatin itu lonte!!” hina Gatot puas melihat Hani akhirnya mencapai klimaks.

“Sekarang giliranku” bisik Gatot ke telinga Hani lembut.

Gatot mengambil penutup mata (Blindfold) hitam dan memasang di kepala Hani.

Dalam sekejap kegelapan menyelimuti Hani, ia tak lagi tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

Anehnya sensasi ini membuatnya perlahan terangsang, sensasi kepasrahan tanpa tau apa yang selanjutnya terjadi.

Sensasi saat indra penglihatanya dibatasi, sehingga otaknya hanya berfokus pada indra perasa. Sensitifitas kulit dan indra perasa lainnya meningkat drastis.

Spoiler: Hani
Gatot mengikat kedua tangan Hani di kedua ujung ranjang atas menggunakan tali. Ia membuka lebar paha Hani dan mengikat kedua pergelangan kaki ke ujung ranjang lainnya, tubuh Hani membentuk huruf X, lalu memasang penjepit berantai di kedua putingnya dan mengencangkan Adjusternya.

“Ahhh Sakitt..Tuan, pelan ajaaaa…” Desah Hani

Gatot pun tak peduli. Gatot mengambil spidol besar dan menulis Kata kata penghinaan di dada dan perut Hani

“Lonte Murahan”

“Budak Tuan Gatot”

“Crot Gratis Disini”
 di sertai gambar anak panah ke arah memek Hani

Hani hanya bisa menggeliat dan keenakan saat ujung spidol menggores dada dan perutnya, tanpa tau apa yg ditulis oleh Gatot.

Gatot segera mengambil dokumentasi foto dan video Hani dalam kondisi terikat dengan Tulisan tulisan kotor di badannya.
Dokumentasi itu sebagai tambahan koleksi dan juga jaminan agar Hani tak akan pernah menolaknya selamanya.

Gatot mengambil fleshlight besar andalannya, mengolesinnya dengan pelumas.

Dengan gerakan lambat dan penuh kendali, ia memasukkan alat itu ke dalam memek Hani hingga hanya pangkalnya yang terlihat.

“JLEEBBB!!!!”

Dengan mudahnya memek Hani menelan Fleshlight itu menandakan saat ini memeknya semakin longgar dan meregang di banding sesi penyiksaan pertama kali.

“AHH Tuaannn, makasih Tuan….” desah hani perlahan. Hani menggigit bibir, merasakan sensasi penuh yang sekarang sudah biasa baginya. Sensasi yang tak pernah ia dapatkan dengan Suaminya.

Kemudian Gatot memasukkan kontolnya ke dalam fleshlight tersebut. Sensasi rapat fleshligt itu membuatnya kembali menyetubuhi Hani dengan penuh semangat.

Hani pun tanpa ragu mulai mendesah nikmat, “SSHHH… AAHHHH, TUAANNN”

Gatot menghujam dalam-dalam melalui fleshlight sambil menarik dan memainkan rantai penjepit puting secara perlahan.

Hani menjerit kecil, tubuhnya melengkung merasakan sakit dan nikmat yang beradu.

“TUAN… AHH… SAKIT……Astaghfirullah..!”

Indra tubuh Hani saat ini hanya berfokus pada Indra perasa, pandangannya gelap.

Hani merasakan sensasi nikmat yang tiada tara, yang kembali Gatot berikan. Tubuhnya bereaksi dengan menggeliat, mulutnya mendesah. Memeknya meregang diluar batas wajar, setiap titik tersembunyi ditekan oleh Fleshlight itu.

Gatot tersenyum sinis.
“Kamu mulai menikmatinya ya?” bisiknya sambil mempercepat irama.

“Katakan dengan jujur.”

Hani menjawab dengan desahannya yang semakin sulit ditahan:

“Saya… suka, Tuan… memek saya milik Tuan… gunakan saja…”

Gatot semakin brutal memastikan Hani dalam kendalinya. Ia memainkan vibrator di klitoris Hani dan mematikannya tepat saat Hani hampir orgasme, berulang kali, hingga Hani menangis memohon.

“Tuan..plisss, izinkan aku keluar lagi…SHHH” Rengek Hani

Gatot sengaja mempermainkan Hani, memastikan klimaks selanjutnya harus seijin nya. Saat Hani sudah di ujung kenikmatan Gatot menghentikan hujaman Kontol, mencekik lehernya dengan kuat. Posisi Hani yang terikat membuatnya tak bisa melawan dan hanya bisa meronta ronta. Seketika kenikmatan yang semula dirasakan mendadak sirna, digantikan dengan sensasi sesak nafas. Wajah memerah kekurangan oksigen yang menyiksanya.

“MMHH..MMHHH…” Hani meronta ronta saat ia kehabisan nafas, Gatot mencekiknya sekuat tenaga. Hingga saat tubuh Hani lemas ia melepaskan cekikan di leher.

Gatot melumat bibirnya dan memberikan rangsangan lagi ke tubuh Hani lewat sentuhan2 lembut, agar Hani kembali naik. Permainan seperti itu terus diulang hingga Hani lemas tak berdaya dan putus asa.

Baru setelah Hani benar-benar putus asa, Gatot mengizinkannya klimaks — klimaks yang membuat tubuh Hani kejang hebat.

“AHHHH AKU KELUARRR….!!!!” Teriak Hani saat ia mencapai orgasme keduanya yang sedari tadi ditahan oleh Gatot.

“Kamu lihat? lagi lagi Tubuhmu lebih jujur daripada mulutmu yang pura-pura suci itu,” ejek Gatot sambil menghujam kembali memek Hani

Sepanjang malam, Gatot mengganti posisi dan memberi siksaan pada tubuh hani dengan penuh kontrol. Hani semakin dalam ke jurang penghinaan. Setiap orgasme paksa membuatnya semakin membenci dirinya sendiri.

Ia semakin sulit membedakan antara rasa sakit dan kenikmatan. Ia mulai menikmati saat fleshlight bergeser dan menghantam rongga rahimnya, memberikan tekanan pada titik2 yang jarang tersentuh.

Ia menikmati saat penjepit puting ditarik,

Ia menikmati setiap ketidakpastian apa yang akan terjadi selanjutnya.

Ia menikmati saat Gatot menghinanya dengan kata-kata kasar, melecehkannya.

===================================

Gatot hampir mencapai klimaksnya.

Ia segera mencabut kontolnya dari Fleshlight lalu memasukkannya ke mulut Hani.

Hani dengan reflek segera membuka mulutnya dan mengulum Kontol Gatot yang perkasa. Ia menghisap, memainkan lidahnya.

“Ahhh, pinter ya kamu Han,” racau Gatot saat Hani dengan lahap mengulum kontolnya

Gatot tak puas hanya dikulum, ia menggenjot paksa mulut Hani, memasukkan kontolnya dalam2 hingga mencapai tenggorokan. Tubuh Hani menggelepar, ia kesulitan bernapas saat kontol Gatot masuk ke tenggorokannya.

Hujaman2 brutal membuat Hani kepayahan, hingga akhirnya Gatot tak lagi mampu menahan dorongan kuat dari dalam kantong spermanya.

“LONTEE ASUUUUU…!!!!” Gatot meracau saat kontolnya memuntahkan sperma panasnya ke dalam tenggorokan Hani.

“CROTT..CROTT..CROTT..CROTT..”

Hani pun gelagapan saat mulutnya dibanjiri cairan sperma kental Gatot.

Ia segera hendak memuntahkannya namun tamparan secara tiba tiba mendarat di pipinya.

“TELAN ******!!!!” Bentak Gatot, sambil ia menutup hidung Hani

Hani gelagapan kesulitan napas sehingga terpaksa ia menelan semua sperma Gatot di mulutnya.

Rasa hangat menyeruak melewati tenggorokannya hingga di dalam dada. Hani tak percaya ia dipaksa menelan cairan menjijikkan Gatot.

“HAHAHA PINTER…PINTER HAN” Gatot tertawa puas, lalu ia segera mendokumentasikan kembali tubuh Hani yang sudah kembali ia acak2.

Pukul 04.00 pagi, Hani tergeletak lemas di kasur. Tubuhnya penuh keringat. Hijabnya nyaris terlepas.

Tak sengaja ia sedikit mengejan dan seketika fleshligh itu terlontar dari dalam rongga memeknya yang menjijikkan itu.

Gatot tertawa puas melihat memek Hani yang mulai kehilangan kendali cengkeramannya

“HAHAHAHA..DASAR MEMEK LONTE”

Hani hanya diam terkulai lemas.
=================================

Sepulangnya ke rumah, suaminya mulai curiga.

Beberapa minggu terakhir, Hani sering pulang pagi dengan alasan lembur, dinas luar kota. Anak anaknya tak lagi mendapat perhatian yang cukup.

Perubahan sikap Hani mulai sangat terasa. Ia sering diam melamun. Hubungan intim dengan suaminya juga hampir tidak ada lagi, karena Hani selalu bilang “lelah” tiap suaminya meminta jatah.

“Hani, kamu kenapa sih akhir-akhir ini?” tanya suaminya suatu malam dengan khawatir.

Hani hanya tersenyum lemah. “Nggak apa-apa, Mas. Kerjaan lagi banyak aja.”

Ia berbalik, menahan air mata.
Di dalam hatinya, ia tahu ia sudah bukan istri yang suci lagi.

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment