Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 9 – Cerita Kak Dina Dengan Oknum Security
Cerita Dewasa Perkosaan Terbaru Indonesia
” HEH BRENGSEK “
” NGAPAIN KALIAN ? “
terika bapak itu mengejutkan kami berdua.
” MESUM YAH KALIAN “
” DASAR BRENGSEK “
teriak bapak itu semakin menjadi jadi.
.
” ngga nggak papa “
” ini saya bantu kaka saya jatuh “
ucap ku panik.
.
” halah bohong “
” cepet ke kantor sekarang “
ucap bapak bapak itu.
.
” nggak pak kita nggak lagi……”
ucapan Kak Dina terpotong oleh bapak itu.
.
” cepet ke kantor atau saya kasusin kalian berdua “
ucap bapak itu marah marah.
.
aku hanya diam dan fokus membantu Kak Dina berdiri, aku melirik Kak Dina bagaimana yang harus kita lakukan, Kak Dina hanya menjawab.
.
” ikutin aja ” ucap Kak Dina.
.
aku dan lalu mengikuti bapak itu ke sebuah ruangan yang ada di pojokan parkiran Mall. Aku membantu Kak Dina berjalan, dengan terpogoh pogoh Kak Dina dan aku menunju ruangan yang di maksud bapak itu, semoga tak terjadi hal buruk yang menimpa kami berdua.
kami lalu masuk ke ruangan itu. aku dan Kak Dina lalu duduk di sebuah kursi yang ada di sana, bapak bapak itu berdiri menatap kami berdua dengan penuh kecurigaan.
.
Oknum Security
.
” jujur aja kalian tadi ngapain ? ” ucap bapak bapak itu mengintimidasi.
.
” serius Pak, kami gak ngapa ngapain ” ucap ku membela diri dan Kak Dina.
.
” halah bohong, jelas jelas kalian lagi berduan di wc, apalagi kalo bukan mesum ” ucap bapak bapak itu.
.
” kami kaka adek, masa kami melakukan hal seperti itu ” ucap Kak Dina mencoba menjelaskan.
.
” apa buktinya kalo kalian kaka adek ? ” tanya bapak bapak itu.
.
aku dan Kak Dina diam, kami saling menatap satu sama lain, bingung bukti apa yang akan kami berikan kepada bapak ini, kami tak membawa kk, kami juga tak punya foto semasa kecil atau bukti yang memperkuat kami sebagai adik kaka. melihat kami kebingungan seperti itu membuar bapak bapak itu menang seketika.
.
” hahaha, dasar emang kalian itu cuman alasan kaka adek, yasudah saya akan urus kalian ke hal yang lebih serius ” ucap bapak bapak itu mulai mengambil hpnya di kantong.
.
” pak tolong, jangan lakukan hal kaya gini, yasudah pak kami minta maaf, tolong lepasin saya dan juga pacar saya ” ucap Kak Dina membuat ku kaget. kok bisa dia berbicara seperti itu.
.
” hahaha, apa yang bisa membuat saya bisa lepasin kalian berdua ? ” ucap bapak bapak itu tertawa dengan keras.
.
” saya kasih bapak uang berapapun yang bapak mau, tapi tolong jangan laporin kami berdua, tolong lepasin kami ” ucap Kak Dina memohon.
.
” hahaha, saya gak butuh uang, uang saya sudah banyak saya mau hal lain ” ucap bapak bapak itu.
.
” bapak mau apa ? ” ucap ku marah pada bapal bapak itu.
.
hmmmm, bagaimana kalo kamu biarin saya nyicipin pacar mu ” ucap bapak bapak itu membuat ku marah.
.
” HEH DASAR BAJINGAAAAAANNNN ” aku berdiri dari duduk ku dan langsung melayangkan pukulan ke bapak itu.
.
bhhhhuuuuuukkkkk
namun bapak bapak itu menahan pukulan dengan tangannya dan membalas pukulan ku, ia memukul bagian perut ku dengan cukup keras.
.
bhuuuuukkkkk
” aaaaa ” suara ku saat pukulan bapak bapak itu menghujam perut ku dengan kerasnya.
.
aku lalu tersungkur ke lantai, Kak Dina panik lalu mendekat ke arah ku.
.
” Anton, kamu gak papa ? ” ucap Kak Dina memeluk ku yang tersungkur.
.
” aku gak papa kak, dasara bajingan berani beraninya kamu berbicara seperti itu ke Kak Dina ” ucap ku memegangi perut ku kesakitan.
.
” heh anjing, lancang banget kamu, mau mati haaaaa ” ucap bapak bapak itu mengepalkan tangannya dan ingin memukul ku lagi. namun Kak Dina dengan sigap menyetop bapak bapak itu, sehingga ia tak memukul ku untuk ke dua kalinya.
.
” Paaaakk tunggu ” teriak Kak Dina.
” oke, aku akan turutin kemauan bapak, tapi tolong lepasin Anton dulu ” ucap Kak Dian mengangkat kedua tangannya.
.
” hahaha, lihat brengsek, pacar mu aja setuju, kamu sok sokan banget ” ucap bapak itu tertawa menang.
.
” Kak ” ucap ku kaget mendengar perkataan kakak ku.
.
” gak papa Anton, kamh duluan aja yah ” ucap Kak Dina lalu meraih tasnya.
” ini kunci mobil, tunggu kaka sebentar yah di mobil ” ucap Kak Dina sambil tersemyum, seolah olah tak terjadi apa apa.
.
aku diam menatap Kak Dina, jujur aku tak percaya bahwa Kak Dina menyerahkan tubuhnya begitu saja kepada oknum security ini. aku menggelengkan kepala ku tanda tak setuju dengan keputusan gilanya.
.
” heh, malah tatap tatapan, bangun anjing ” ucap bapak bapak itu menarik tubuh ku.
.
bapak bapak itu mengangkat tubuh ku hingga aku berdiri terus ia dorong tubuh ku keluar dari ruangan itu, dengan cepat ia tutup pintunya. aku yang tak tega dengan Kak Dina hanya bisa pasrah dan mengikuti perintah Kak Dina. aku langsung menuju mobil dengan badan kesakitan habis di gebuk oleh oknum security itu. aku masuk mobil dan menangis sejadi jadinya, ku pukul setir mobil Kak Dina. bentuk kekecewaan ku karena sekali lagi aku tak bisa menjaga kaka ku dengan baik. aku membiarkan Kak Dina untuk ke dua kalinya di setubuhi oleh pria lain. aku hanya bisa pasrah menunggu Kak Dina dalam frustasi ku.
beberapa menit kemudian, aku mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah mobil, tak lama ada seseorang membuka pintu mobil, aku lalu bangkit dari tengkup ku dari setir mobil, ternyata Kak Dina yang masuk dalam mobil itu, Ku lihat Kak Dina pakaianya cukup acak acakan, ku lihat juga ada sedikit sisa sperma yang menempel di jilbab yang ia kenalan. Kak Dina menatap ku, ia tersenyum kecil sebelum berbicara pada ku.
.
” kamu lama nunggunya ? ” tanya Kak Dina seolah olah tak terjadi apa apa.
.
” Kak maafin aku ” ucap ku mulai menangis.
.
” heh kamu Anton astaga, jangan nangis utututu adik kaka yang ganteng jangan nangis ” ucap Kak Dina memeluk ku.
.
aku menangis sejadi jadinya, aku kembali gagal dalam menjaga Kak Dina, aku tak bisa melawan hanya bisa pasrah membiarkan kaka ku sendiri di setubuhi seperti itu, aku tak bisa membayangkan Kak Dina di setubuhi oleh oknum security mall. puas aku menangis di pelukan Kak Dina, aku lalu melepaskan pelukannya. Kak Dina mencoba menenangkan ku, ia beberapa kali bilang bahwa ini adalah pilihan terbaik yang ia harus pilih, aku lalu mencoba mengontrol emosi ku. setelah emosi ku sudah stabil aku dan Kak Dina lalu pulang ke rumah.
sesampainya di rumah aku dan Kak Dina langsung membawa belanjaan kami masuk ke dalam rumah, barang belanjaan Kak Dina ku bantu taruh d kamarnya, setelah itu aku lalu membawa game yang baru di belikan Kak Dina masuk ke dalam kamar. aku rebahan di kasur ku dengan game baru di tangan ku, aku merasa tidak mood memainkan game itu karena rasa bersalah ku ke Kak Dina. namun pikiran kotor ku ke Kak Dina muncul, aku membayangkan Kak Dina di setubuhi oleh oknum security itu, bukannya aku marah atau menyesal namun justru syahwat ku muncul, membuat ku merasa tak nyaman. dengan pikiran aneh ku, aku lalu menuju kamar Kak Dina untuk meminta maaf ke dua kalinya.
tok tok tok tok
suara ketukan ku di pintu kamar Kak Dina.
.
” masuk aja Anton ” ucapnya dari dalam kamar.
.
aku langsung masuk ke kamar Kak Dina, ku dapati Kak Dina lagi rebahan dan memakai daster sebelum kami pergi ke mall tadi. aku berdiri di hadapan Kak Dina, diam tak bersuara.
.
” kenapa Anton ? ” tanya Kak Dina dengan suara lembutnya.
.
” aku aku hmmm aku ehhhh minta maaf kak, udah gak bisa jagain kaka ” ucap ku dengan nada lemes.
.
” hmmm gak papa Anton, kan udah kaka bilang itu adalah keputusan terbaik yang harus kaka ambil, kamu sini naik ke kasur, duduk sama kaka ” ucapnya menyuruh ku duduk di kasur.
.
aku lalu mengikuti arahan Kak Dina, aku lalu duduk di kasur tepat di sampingnya.
.
” udah Anton gak usah di pikirin, ehmmm kamu mau tau nggak apa yang security itu lakuin ke kaka ? hihihi ” tawa Kak Dina.
.
” ehmmm mau kak ” ucap ku tanpa sadar.
.
tadi Anton pas kamu keluar kan, bapak itu langsung remes nenen kaka, kenceng banget Ton sampe kaka kesakitan ” ucap Kak Dina mulai bercerita tentang persetubuhannya dengan bapak itu.
.
” terus Kak ? ” tanya ku penasaran.
.
terus dia bilang, empuk katanya nenen kaka pulen, tapi ya remesannya sakit banget tau Ton, sampai merah nih nenen kaka ” ucapnya lalu menyingkap dasternya ke bawah memperlihatkan nenen yang memerah bekas remasa securty itu.
.
” terus Kak ” ucap ku menatap buah dadanya.
.
” terus bapak itu…..” ucap Kak Dina terpotong saat melihat kontol ku berdiri tegak dari balik celana.
” ihhhh kamu tegaaakkkk, sange yah denger cerita kaka ” ucap Kak Dina menunjuk ke arah celana ku.
.
” ya abisnya kaka malah buka nenen, siapa yang gak sange coba ” ucap ku.
.
” hahaha, yaudah lepasin aja celana mu Anton, biar bebas icik boss mu ” ucap Kak Dina.
.
aku lalu membuka celana ku, lalu ku lemparkan ke lantai, kontol ku tegak tanpa halangan sama sekali, mata Kak Dina ku lihat menatap kontol ku.
.
” ayo kak lanjut ceritanya ” ucap ku.
.
” terus bapa itu keatasin baju sama bh kaka, terus dia mainin nenen kaka ” ucap Kak Dina mulai memainkan kedua buah dadanya.
.
aku yang melihat Kak Dina seperti itu mulai mengock kontol ku.
.
” terus dia bliang apaa ahhh Kak ” ucap ku mendesah pelan.
.
terus dia bilang, nenen kaka bagus, pulen, pentilnya pink lagi, habis itu ia hisap nenen kaka, sakit banget dia ngisep tau nggak, di gigit gigit pentil kaka ” ucap Kaka ku.
.
” hmmm ahhhh kaka nikmatin ? ” tanya ku.
.
” hmmm yahhh nikmatin aja, mau gimana lagi hihi “
habis itu dia mau entod kaka, tapi kaka tahan, kaka bilang mau sepongin kontolnya dulu baru bisa ngewe
” terus kaka buka celananya, kontolnya lucu kecil gitu Anton hihi “
kaka kocok terus kaka emut kontol bapak itu, beuh dia keenakan pas kaka sepong Anton hihihi ” ucap kaka ku bercerita.
.
” terus kaka ngentod sama dia ? ” tanya ku lagi.
.
hahaha, karena sepongan kaka enak jadinya dia crot sebelum sempet entod kaka, dia keluar di muka kaka loh Ton, muka kaka penuh peje dia, kalo kamu liat kakak kaya gitu pasti kamu suka hihi ” ucap kaka ku menggoda ku.
.
” ahhh kaka gituu ahhh ohhhh ” desah ku terus mengocok kontol ku sendiri.
.
” ayo Anton muncratin puju kamu, muncratin ke kaka sama kaya security itu lakuin ke kaka ” goda Kak Dina.
.
aku terus mengocok kontol ku, semakin cepat kocokan ku semakin cepat pula desahan yang keluar dari mulut ku. Kak Dina menggoda ku dengan memainkan kedua buah dadanya, ia meremas buah dadanya dengan kedua tangannya. membuat semakin bernafsu pada kaka ku sendiri. tubuh ku bergetar, nafas ku tak beraturan, menadakan sudah saatnya untuk keluar. hinggaaa……
crooot croooot croooot
aku menuncratkan peju ku, mengenai tubuh Kak Dina, badan ku lemas seketika.
.
” ihhh Anton banyak banget tau ” ucap Kak Dina setelah ku semprotkan peju ku di tubuhnya.
.
aku lalu membantu Kak Dina membersihkan lelehan peju ku. aku lalu kembali memakai celana ku. Kak Dina lalu menyuruh ku keluar saat itu, karena ia ingin tidur. aku lalu kembali ke kamar ku, karena capek aku lalu tertidur dengan lelap.
sore hari aku pulang ke rumah Kak Dina, aku tadi pergi menemui Pak Reza selaku mentor yang akan membantu ku membangun bisnis ku nantinya. kami sudah merancang untuk membuat sebuah bisnis yang bergerak di bidang minuman susu, rencana awal kami mau membuat Milk Tea karena maintanence nya lumayan mudah terus untungnya juga lumayan gede. aku yang kecapean beristirahat di ruang tamu. aku mendengar suara mobil Kak Dina di depan dalam istirahat ku, tak lama Kak Dina masuk dengan seorang wanita lumayan cantik. ia lalu memperkenalkan ku dengan wanita itu.
.
Dinandra Yunita
.
” ini bu adek saya namanya Anton ” ucap Kak Dina memperkenalkan ku.
.
” Erika Wulandari ” ucap wanita itu menyalami ku.
.
Erika Wulandari
.
” Anton Aksara ” balas ku.
.
” begini Anton kaka mau minta tolong sama kamu boleh nggak ? ” ucap kaka ku.
.
” boleh, emang mau minta tolong apa kak ? ” tanya ku.
.
” tolong kamu layanin bu Wulan yah malam ini ” ucap Kak Dina.
.
” HAAAAHHHH ” teriak ku kaget luar biasa.


