Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 8 – Tekad Menjadi Lebih Kuat

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Bokep Jilbab Terbaru INdonesia


Dinandra Yunita
.

” tapi aku boleh kan kak kaya Pak RT sama temennya itu” ucap ku berdiri lalu menurunkan celana ku.
.
membuat Kak Dina terkejut dan membuka mulutnya.
.
” Anton ” ucap Kaka ku dengan lirih.
.
plis Kak aku pengen rasain tubuh kaka” ucap ku mendekat ke arah Kak Dina.
.
tubuh ku semakin mendekat ke arah Kak Dina, aku berjalan mendakat padanya, namun Kak Dina semakin menjauh menolak secara perlahan menolak ku. saat badan ku tepat berada di depannya Kak Dina tiba tiba mendorong ku cukup kencang, aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai dengan ke adaan celana ku melorot. ku lihat Kak Dina bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di depan ku, matanya berair dengan raut menahan sedih.
.
” kamu jahat Anton “
” kamu kelewatan “
ucap Kak Dina langsung pergi dari hadapan ku, berlari masuk ke kamarnya.
.
aku terkejut luar biasa melihat reaksi Kak Dina tadi, perasaan bersalah menyelimuti hati ku. aku sudah berlebihan pada kaka ku sendiri, bukannya aku melindungi kaka perempuan ku malah aku yang melecehkannya, aku bahkan tak bisa melawan saat kaka ku di perkosa habis habisan oleh Pak RT dan temannya itu. tanpa sadar air mata ku mengalir, aku menangis dan menyesali perbuatan ku. aku malu pada Kak Dina, aku gagal menjadi seorang adek bahkan jadi seorang laki laki yang harusnya menjaga kaka perempuannya. dalam tangis ku, aku merenungi ke salahan ku, aku tak mau lagi seperti ini, aku tak mau lagi menjadi beban bahkan masalah bagi kaka perempuan ku. aku malu sekali dengan Kak Dina, aku merasa bersalah dengan Bang Ferr. aku mengingkari Janji ku untuk menjaga Kak Dina selama dia bekerja berlayar.
dengan penuh penyesalah dalam hati ku, aku lalu bangkit dan membetulkan celana ku. aku menaiki tangga dan melewati kamar Kak Dina, diam sejenak aku di depan kamar Kak Dina, ingi sekali aku mengetuk pintu itu dan meminta maaf pada Kak Dina. namun rasa malu dan rasa bersalah masih meyelimuti ku, di tambah aku mendengar suara tangisan samar samar Kak Dina dalam kamar, membuat ku semakin enggan untuk memperlihatkan wajah bejat ku padanya. aku lalu berjalan masuk ke kamar dengan lemas, rebahan di kasur dan kembali menangis atas kesalahan dan penyesalan yang ku buat karna nafsu ku sendiri.
.
.
.
.
ting ting ting ting ting.

suara hp ku berbunyi, aku terbangun dari tidur ku, aku tak tau kapan tepatnya aku tertidur, mungkin saat aku nangis tadi kelelahan lalu tanpa sengaja tertidur. mata ku perih akibat menangis terlalu lama, ku coba meraih hp ku dan melihat jam, ternyata sudah jam 7 malam. aku lalu bangun dan membuka siapa yang menelfon ku tadi. tak ada nama, hanya nomor saja yang tertulis. dalam hati ku mungkin saja orang salah sambung. aku lalu duduk lemas di tepi ranjang ku, rasa bersalah dan malu ku pada Kak Dina membuat diri ku ingin mengurung diri saja di kamar, namun saat aku berniat seperti itu perut ku berbunyi keroncongan karna lapar.​.

grooookkkk…​.

aku memegang perut ku dengan tangan ku, aku sadar bahwa aku belum makan dari siang tadi, terpaksa aku membatalkan niat ku untuk mengurung diri di kamar lalu mencari makan ke dapur.
pelan pelan ku buka pintu kamar ku, melirik apakah Kak Dina ada di sana, tak ada Kak Dina aku lalu keluar dari kamar ku menutup pintu kamar ku secara perlahan. aku lalu menuruni tangga melihat sekeliling tak ada Kak Dina, aku lalu turun ke bawah menuju meja makan yang ada di dapur. setelah sampai meja makan ku buka tudung saji yang ada di atas meja makan, lalu aku melihat 3 potong ayam goreng kesukaan ku. tanpa pikir panjang aku langsung mengambil nasi yang cukup banyak lalu makan dengan ayam goreng itu.
lahap sekali aku makan saat itu sehingga tanpa sadar Kak Dina telah berada di belakang ku saat aku makan.
.
” Anton ” ucap Kak Dina pelan.
.
aku yang sedang makan kaget diam tak bergerak, ku lirik secara perlahan berbalik arah, di sana aku melihat Kak Dina yang lagi berdiri dengan daster yang cukup menggoda, ia memakai daster berwara abu abu dengan corak bunga bunga, memperlihatkan belahan dadanya yang sangat sexy. Kak Dina lalu berjalan mendekat ke arah ku, manarik kursi dan duduk tepat berada di samping ku.​.

Me14Thys T

Daster Kak Dina kenakan

.
” kaka ngerti apa yang Anton rasain “
” kaka minta maaf yah sama Anton “
” kalo Anton mau, hmmm kaka bersedia kok mau….. “
ucapan Kak Dina terpotong oleh tangis ku.
.
” heeeeeee maaf Kak Dina “
” Anton udah gagal jadi adik kaka “
” Anton malu sama Kak Dina “
” maafin Anton Kak huuuuuu “
tangis ku pecah saat itu juga.
.
aku tak berani menatap wajah Kak Dina, rasa malu masih menyelimuti ku, aku terus menangis tersedu sedu menghentikan aktivitas makan ku.
.
” Kak Dina “
” Anton janji akan jadi lebih kuat “
” Anton Janji sama Kak Dina buat jaga Kaka “
” Anton janji gak bakal giniin Kak Dina lagi “
” maafin Anton Kak tolo maafin “
” huuuuuu “
.
tangis ku semakin menjadi jadi, mengeluarkan semua emosi ku yang menumpuk se dari pagi tadi. dalam tangis ku Kak Dina memeluk ku, rasa hangat dan nyaman kembali ku rasakan. tangan Kak Dina membelai rambut ku, membujuk ku agar tak sedih lagi.
.
” sudah sudah Anton “
” kaka juga minta maaf yah “
ucap Kak Dina terus memeluk ku.
.
cukup lama Kak Dina memeluk ku, ia lalu melepaskan pelukannya dan mengarahkan wajah ku untuk menatapnya.
.
” makasih yah Anton “
” Kaka sayang sama Anton “
ucap Kak Dina sambil menyeka Air mata ku.
.
” yaudah kamu lanjutin makannya “
” habis ini temenin kaka yah ke Mall “
ucap Kak Dina dengan senyumnya.
.
” ehhh ngapan Kak ” ucap ku dengan nada masih menangis.
.
” yah cari sesuatu Anton “
” sama kaka mau beliin kamu game baru “
” katanya ada game baru yah, kali aja kamu pengen beli “
” buat hibur rasa sedih kamu “
ucap Kak Dina menghibur ku.
.
aku tak mengatakan apapaun, hanya menganggukan kepala ku tanda setuju. Kak Dina senang dengan reaksi ku, ia lalu menyuruh ku menyelesaikan makan lalu siap siap berangkat. setelah itu Kak Dina masuk ke kamarnya meninggalkan ku sendiri menghabiskan makan ku, aku lalu melanjutkan makan kembali. setelah selesai makan aku lalu siap siap pergi untuk menemani Kak Dina ke Mall. setelah siap aku lalu keluar kamar, ku lihat Kak Dina juga sudah siap menunggu di depan kamar ku dengan cantiknya, kerudung coklat muda dengan rok juga warna senada, di tambah baju lengan panjang putih bercorak membuatnya terlihat sangat cantik.​.
Dinandra Yunita

Me14Thz3 T

.
” udah siap kan “
” yuk berangkat “
ucap Kak Dina menyodorkan pada ku kunci mobilnya.
.
aku lalu mengambil kunci itu dengan senyum, kami lalu turun ke bawah dan masuk ke mobil, langsung tancap gas menuju Mall. sesampainya di Mall, kami langsung menuju toko jual game terbesar di Mall itu, aku lalu menuju kasir dan langsung bertanya nama game terbaru yang ingin Kak Dina belikan untuk ku. ternyata game itu sudah ada, tanpa pikir panjang aku langsung memilih game itu, Kak Dina dengan senang membayarnya padahal game itu termasuk cukup mahal, namun karena kesenangan aku jadi lupa segalanya. aku juga tak memikirkan sedih dan masalah ku lagi.
kami keluar dari toko game itu dan langsung menuju sebuah toko baju bermerk di sana, Kak Dina masuk dan langsung memilah milih baju itu, aku hanya mengikutinya saja, tak mau banyak tingkah karena aku sudah di belikan game yang cukup mahal oleh Kak Dina. tak hanya satu toko, Kak Dina juga mencari baju di toko lain. bukan hanya baju Kak Dina juga membeli sepatu dan alat alat keperluan rumah, tanda terima kasih aku yang membawakan semua belanjaan Kak Dina itu. cukup banyak hingga aku keberatan membawanya, namun karena aku bertekad untuk menjadi lebih kuat, aku berusaha untuk terus membawakan belanjaan Kak Dina.
.
di tengah perjalanan ke toko selanjutnya, tanpa sengaja kami bertemu dengan seseorang kenalan Kak Dina, orang itu nampak seumuran Bang Ferr dan dia berjalan bersama seorang perempuan yang sangat cantik.
.
” Dina ” ucap orang itu.
.
” ehh Gavi , mau kemana ? ” tanya Kak Dina langsung menyalami.
.
” hahaha, ini mau nyari makan ” ucap orang itu yang ku tau bernama Gavi.
.
eh katanya lagi di korea
” kok ada di sini sih “
tanya Kak Dina lagi.
.
” hahaha, ya mau kerja lagi disini “
” bosen di korea mulu hahaha “
ucap Gavi dengan tawa bersama Kak Dina.
.
” oh iya iya “
” ini kenalin adik saya namanya Anton Aksara “
” eh Anton kenalin, ini temennya Mas Ferr waktu kuliah dulu, namanya Gavi”
ucap Kak Dina.
.
aku yang awalnya menatap wanita cantik itu, akhirnya bersalaman dengan Gavi di suruh Kak Dina.
.
” hahah baru tau saya kamu punya Adek Dina ” ucap Gavi.
.
” oh iya yah “
” eh ngomong ngomong kamu kerja apa di sini ? “
” terus sama siapa tu ? keponakan ? ” tanya Kak Dina asbun.
.
” hahaha bukan bukan ponakan “
” aku sekarang kerja di Agency “
” nah ini tuh adalah Idol yang akan kami debutin nanti dalam waktu dekat “
ucap Gavi mengenalkan wanita cantik itu pada kami.
.
” halo, Tania ” ucap wanita itu memperkenalkan namanya dengan senyuman.​.
Tania

​.

” wah cantik banget yah, gak sabar nunggu jadi bintang besar ” ucap Kak Dina.
.
” hahaha semoga sukses yah “
” yaudah kami mau lanjut cari makan “
” oh iya, sampai jumpa lagi Gavi yah “
ucap Kak Dina lalu menjauh dari Gavi dan Tania.
.
Kak Dina dan aku lalu melanjurkan akrivitas belanja kami. setelah puas Kak Dina berbelanja, kami lalu beristirahat di toko es krim. kami lalu memesan 2 es krim untuk kami makan di sana. kami lalu duduk di meja dan bertukar cerita sambil menikmati es krim yang kami pesan. suasana hangat seperti ini yang ku suka, tawa dan canda aku dengan Kak Dina membuat kami lupa bahwa kami mendapatkan hari yang buruk pagi tadi. setelah selesai makan es krim kami lalu pulang dan pergi ke tempat parkir Mall. aku dan Kak Dina lalu menaruh semua belanjaan itu di bagasi Mall, namu saat kami ingin pulang Kak Dina kebelet ingin buang air.
.
” Anton Kaka ke wc dulu yah “
” temenin Anton “
ucap Kak Dina sambil menggoyangkan tubuhnya.
.
” ahh iya Kak iya “
” itu di sana ada wc “
” kita kesana kak “
ucap ku menunjuk ke arah wc tak jauh dari tempat mobil kami terparkir.
.
aku dan Kak Dina berlari menuju kamar mandi itu, sesampainya di sana Kak Dina menitipkan tasnya dan masuk ke dalam wc. aku menunggu Kak Dina melakukan buang air tepat di depan pintu wc itu. tiba tiba Kak Dina berteriak dengan keras dari dalam wc.
.
” ahhhhhhhhh “
teriak Kak Dina sangat nyaring.
.
aku dengan sigap membuka pintu wc, untung tak di kunci sehingga aku bisa langsung membuka wc itu. ku lihat Kak Dina terduduk di lantai wc yang kecil itu.
.
” astaga Kak, kaka nggak papa ? ” tanya ku melihat Kak Dina kesakitan terduduk.
.
” awww gak papa Anton “
” Kaka kepelesat “
ucak Kak Dina kesakitan.
.
yaudah Kak sini aku bantu ” ucap ku lalu pelan pelan mengangkat tubuh Kak Dina.
.
namun di tengah upaya membantu Kak Dina berdiri tiba tiba seseorang berteriak dari luar wc.
.
” HEH BRENGSEK “
” NGAPAIN KALIAN ? “
terika bapak itu mengejutkan kami berdua.
” MESUM YAH KALIAN “
” DASAR BRENGSEK “
teriak bapak itu semakin menjadi jadi
.
” ngga nggak papa “
” ini saya bantu kaka saya jatuh “
ucap ku panik.
.
” halah bohong “
” cepet ke kantor sekarang “
ucap bapak bapak itu.
.
” nggak pak kita nggak lagi… “
ucapan Kak Dina terpotong oleh bapak itu.
.
” cepet ke kantor atau saya kasusin kalian berdua “
ucap bapak itu marah marah.
.
aku hanya diam dan fokus membantu Kak Dina berdiri, aku melirik Kak Dina bagaimana yang harus kita lakukan, Kak Dina hanya menjawab.
.
” ikutin aja ” ucap Kak Dina.
.
aku dan lalu mengikuti bapak itu ke sebuah ruangan yang ada di pojokan parkiran Mall. Aku membantu Kak Dina berjalan, dengan terpogoh pogoh Kak Dina dan aku menunju ruangan yang di maksud bapak itu, semoga tak terjadi hal buruk yang menimpa kami berdua.​

Reviews

54 %

User Score

8 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *