Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 6 – Susu Murni Kak Dina

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Seks Jilbab Terbaru Indonesia

aku terbangun di pagi hari dengan rasa sedikit pegal di bagian tangan kanan, maklum kayanya tanganku masih tahap penyembuhan. aku lalu bangun dari rebahanku dan melihat jam, rupanya jam sudah menunjukan pukul 09:41.
.
“ahhh kesiangan aku” ucapku rada kesal.
.
aku kesal karna aku melewatkan acara tv favoritku, namun kenapa aku bisa kesiangan mungkin karena aku terlalu lama main PS 5 malem tadi sampe subuh, aku lagi suka banget main game Ghost of Tsushima, karna terlalu seru jadinya aku kebablasan sampe subuh.
aku lalu bangun dari kasur dan mencuci muka, setelah selesai aku langsung turun kebawah untuk melihat apakah ada makanan atau tidak, saat aku sampai di meja makan ternyata tidak ada satupun makanan yang ada, akupun lalu mencari apakah ada kue dikulkas atau sekedar mie instan untuk mengganjal laparku. tak menemukan satupun makanan yang akan ku makan, akupun duduk dan diam saja di meja makan, sambil menahan rasa lapar yang cukup terasa. tak lama Kak Dina datang dengan pakaian olahraganya, pakaian yang sangat sexy, jaket ketat berwarna abu abu dan celana training warna hitam yang membuatku horny, dengan jilbab sport yang ia kenakan. Kak Dina juga membawa bingkisan yang kuharap adalah makanan. Kak Dina lalu berjalan ke arahku.​.
Dinandra Yunita

.
“Nih makan” ucap Kak Dina dengan nada yang ketus.
.
“Kak, dari kemarin Kaka kenapa? aku ajak ngobrol Kaka gak jawab, Kaka gak biasanya sama aku ngomongnya kaya begitu.” ucapku keheranan dengan sikap Kak Dina.
.
Kak Dina hanya diam sambil menyilangkan tangannya tepat di bawah toketnya yang indah itu.
.
“Kak tolong, Kaka kenapa aku ada salah kah?” ucapku memohon.
.
namun respon dari Kak Dina hanya diam tanpa sepatah katapun, bahkan iya juga tak menatap wajahku.
.
“ya ya udah deh kalo gitu, Kaka kayanya marah sama aku, Kaka marah karna aku minta Kaka kocokinkan? maaf Kak, maaf udah repotin Kaka, aku malah seenaknya sama Kaka, aku izin pergi aja Kak, gak enak kalo Kak Dina marah begini sama aku, permisi Kak” ucapku memelas karna tak nyaman dengan sikak Kak Dina.
.
melihat aku ingin pergi Kak Dina lalu manahan tanganku untuk tidak pergi.
.
“duduk, Kaka mau ngomong” ucap Kak Dina marah, aku hanya bisa mengikuti apa yang Kak Dina suruh, aku duduk di kursi tadi lagi.
.
“kamu ngapain sama suster” ucap Kak Dina membuatku kaget. aku bergedik, kenapa dia bisa tau kejadian aku dengan suster kemarin, apa dia ngintip?.
.
“hmm hmmm mmm maksudnya Kak?” ucapku sok tak paham.
.
“jawab Kaka dengan jujur, kamu ngapain sama suster sebelum kita pulang?, JAWAB” ucap Kak Dina marah padaku.
.
“hmm ahhh mmmm” aku hanya bisa diem dan tak bisa menjawab pertanyaan Kak Dina.
.
“kalo kamu gak jawab, Kaka gak bakal bicara sama kamu lagi sampai kapanpun” ucap Kak Dina lalu ingin pergi dariku.
.
sebelum sempat pergi aku menahan tangan Kak Dina untuk jawab jujur.
.
“Kak, aku jujur Kak aku jujur” ucapku sambil menahan tangan Kak Dina agar tak pergi.
.
“ayo jujur sama Kaka, apa yang kamu lakuin sama suster?” ucap Kak Dina sambil membalikan tubuhnya.
.
“hmm aku aku hmmmm, minta kocokin sama suster Kak” ucapku gugub karna takut Kak Dina semakin marah.
.
“hmmm, udah Kaka duga” ucap Kak Dina dengan nada santai.
.
“hmmm kenapa Kaka Duga?” tanyaku keheranan.
.
“ya karna kontol kamu udah gak tegak lagi, terus udah pakai celana juga, siapa lagi kalo gak suster itu yang kocokin kamu, gak mungkin kamu kocok sendiri” ucap Kak Dina mulai tenang.
.
“hmm i i iya Kak, maaf kepalang sange” ucapku gugub.
.
“hmmm enakan mana sama kocokan Kaka? oh iya yah pasti enakan kocokan suster” ucap Kak Dina seperti meledek.
.
“ahhh nggak kok Kak, kocokan Kaka paling enak beneran” ucapku menjawab jujur.
.
“ahh bohong kamu” ucap Kak Dina menyangkal.
.
“beneran Kak, tangan Kaka lebih lembut dari suster itu, terus kocokannya juga enakan Kaka, beneran Kak, Kaka yang paling enak” ucapku sambil mengakat tanganku dan jariku menunjukan tanda 2 jari arti suer.
.
” alah bohong banget kamu itu” ucap Kak Dina masih gak percaya.
.
“beneran Kak, nih liat, punyaku tegak lagi gara gara liat Kak Dina pake baju olahraga” ucapku tanpa aba aba langsung menurunkan celanaku, dan tegak lah sang black mamba dihadapan Kak Dina tanpa halangan.
.
Kak Dina kaget sambil menutup mulutnya yang menganga, matanya tajam menatap kontolku yang gagah perkasa.
.
“astaga Anton, sejak kapan ini?” ucap Kak Dina bertanya.
.
“sejak aku liat Kaka pakai baju olahraga yang sexy” ucapku.
.
“ya ampun Anton” ucapnya masih menatap kontolku.
.
aku pun berjalan mendekat ke arah Kak Dina, membuat Kak Dina bingung dan mundur beberapa langkah.
.
“kam kamm kamu ngapain Ton, awas awas” ucap Kak Dina sambil mendorongku menjauh.
.
“Kak tolongin aku Kak, kocokin aku lagi” ucapku memohon dengan tatapan yang sangat sange.
.
“Anton udah, kamu ih, udah kamu kocok sendiri aja Kaka gak mau” ucap Kak Dina sambil mendorongku menjauh.
.
“Kak, aku mau Kak, tolongin aku Kak, cuman kocokan Kaka yang paling enak, tolong puasin aku Kak, tolong Kak” ucapku memelas memohon.
.
“anton” ucap Kak Dina dengan nada yang lemas.
.
“plis Kak aku mohon, cuman tangan Kaka yang bisa muasin aku” ucapku lalu meraih tangan Kak Dina, setelah itu aku mencuim tangannya dengan lembut.
muahhh
“Kak tolong puasin aku, jujur aku kemarin belum puas Kak, suster itu kocokannya tidak seenak Kaka, aku mau minta sama Kaka tapi Kaka malah marah sama aku, tolong Kak puasin aku Kak” ucapku bohong padahal aku sangat puas dengan kocokan suster itu, aku bohon sambil merayu Kak Dina.
.
melihat aku berkata kata seperti itu Kak Dina lalu menarik tanganku menuju Sofa yang ada di ruang tamu. aku dan Kak Dina lalu duduk disana berdua.
tanpa aba aba Kak Dina lalu mengocok kontolku dengan tangan kanannya membuatku bergelenjotan dibuatnya.​.
Dinandra Yunita

Me13Jyud T

.
“ahhhh ohhh sttt ahhh”
“ahhh ohhh terus Kak”
“ahhh Kak ahhhh”
desahku merasakan nikmat dari kocokan Kak Dina sambil mataku terpejam dibuatnya.
.
“kamu suka yah Kaka kocokin?” ucap Kak Dina bertanya.
.
“ahhh ahhh”
“ahhhh su sukaahhhhh bangettt Kak ahhh”
ucapku menjawab pertanyaan Kak Dina sambil mendesah.
.
“gede banget kontol kamu Anton” ucap Kak Dina menggodaku.
.
“ahhhh ohhh”
“ahhh ahhh iya Kakkhh”
“ahhh kontol aku cuman buat kaka ahhhh”
desahku tak karuan
.
“hmmm boleh, adikku sayang hmmm” ucap Kak Dina menatapku dengan senyuman.
.
aku tak membalas senyuman Kakaku karna aku sedang fokus menikmati kocokan nikmat dari kakaku.
.
“maafin Kaka yah udah marah sama kamu kemarin, pasti kamu tersiksa banget nahan kontol kamu minta di keluarin” ucap Kak Dina kesian padaku.
.
“ahhhh ohhh ahhh”
“ahhh ohhh gak papahhh khokk Kak Ahhh”
” yang penting sttt ohhhh Kaka gak marahhhhh lagi ahhh ohhh”
jawabku sambil mendesah keenakan.
.
cukup lama Kak Dina mengocok kontolku hingga dia bergantian kiri kanan mengunakan tangannya. Kak Dina tiba tiba saja berhenti mengocok kontolku.
.
“loh Kak, kok stop sih” ucapku.
.
“capek Kaka Ton, kamu kuat banget, gak keluar keluar” ucap Kak Dina agak sedikit cemberut.
.
” hhmmmm ehh mau bisa cepet keluar? ada sih Kak caranya” ucapku dengan senyuman cabul.
.
“apa ?” tanya Kak Dina kecapean.
.
“sambil buka nenen Kaka hehe” ucap ku dengan tawa nakal.
.
“eh nggak ah, ngapain ih kamu” ucap Kak Dina kaget lalu menutup dadanya dengan kedua tangannya.
.
“Kak plis Kak aku mau liat aja gak lebih plis kak” ucapku memohon.
.
Kak Dina hanya diam dan masih saja menatapku.
.
“Kak plis, Kaka gak kasian kah sama aku kaya gini?” ucapku meunundukan kepalaku.
.
“kamu liat aja yah, jangan lebih” ucap Kak Dina mulai membuka resleting jaket olah raganya.
.
“hehe iya Kak” ucapku kesenengan bukan main.
.
lalu Kak Dina mulai menurunkan resleting jaket olahraganya
sreeettt.
jaketnya kak dina buka hingga menapakan payudara yang begitu indah dan besar, dengan masih memakai BH sport yang ia kenakan.
.
“buka juga dong Kak” ucapku minta lebih.
.
“astaga udah dibuka ini, masa gak cukup” ucapnya agak kesal.
.
“ya kan ini namanya lihat BH doang Kak bukan nenen hehehe” ucapku beralasan dengan tawa cabul.
.
“hmmm iya iya, jangan bilang bilang Mas Ferr yah” ucap Kak Dina.
.
“ahahaha, siap Kaku sayang” ucapku.
.
dengan pelan Kak Dina lalu melepas jaket olahraganya dan menaruhnya di meja depan sofa, lalu dengan pelan ia membuka BH sport yang ia kenakan, terpampang lah payudara indah putih mulus kencang dihadapanku, dengan pentil pink dan areolanya yang lumayan besar, kondisi saat ini Kak Dina telanjang dada dengan hijab sport dan celana training yang masih terpasang. aku terpukau gila dengan keindahan didepan mataku, tak sedikitpun aku berpaling dari nenen indah Kakaku, mulutku terbuka seperti seseorang yang kelaparan melihat makanan lezat di hadapannya.
.
“Anton, udah kan liatnya, sini Kaka Kocokin lagi, cuuhhh” ucap Kak Dina lalu meludah di tangan kanannya dan mengocokannya ke kontolku.
.
“ahhhh ahhhh”
“ahhh stttt ohhhhh”
desahku namun kali ini mataku terus menatap dua gunung indah milik Kakaku.
.
di tengah tengah kocokan Kak Dina mengocok kontolku, aku yang sudah tak tahan meremas pelan payudara kak Dina sebelah kiri, membuat Kak Dina kaget dang langsung menghentikan kocokannya.
.
“ehhh astaga Antooon, katanya cuma liat aja, kok kamu pegang sih” ucap Kak Dina marah dan menutup kedua payudaranya dengan tangannya.
.
“eh maaf Kak, soalnya nenen kaka bagus banget, kenyel gitu, aku boleh pegang gak Kak?” ucapku memohon.
.
“astaga Anton gak gak mau” ucap Kak Dina menolak.
.
tolong Kak plis, pelan aja kok Kak gak kasar akunya, plis Kak biar cepet crot” ucapku membuai janji manis.
.
“hmmm yasudah kamu pegangnya pelan aja yah, jangan kasar kasar, awas aja” ucap Kak Dina mengacungkan jarinya ke depan mukaku.
.
lalu dengan pelan Kak Dina kembali meraih kontolku dan kembali mengocoknya, kali ini aku mulai meraih nenen Kak Dina sebelah kiri dan mulai meremasnya dengan lembut, ini pertama kalinya di hidupku aku meremas nenen seorang wanita, akhirnya kesamapaian juga mimpiku, biasanya aku hanya bisa melihat di film film bokep jepang dan sekarang aku merasakan meremas toket seorang wanita.
dengan pelan juga aku mulai meraih nenen Kak Dina satunya, sehingga aku meremas kedua nenen Kak Dina dengan lembut. tak lupa aku memainkan pentilnya dengan jempolku, sehingga pentilnya mulai mengeras saat aku mainkan. terdengan suara desahan Kak Dina keluar dari mulutnya.
.
“hhmmm ahh” desah Kak Dina pelan.
.
“enak kak?” ucapku ke Kak Dina.
.
Kak Dina hanya diam dan tak menjawab pertnyaanku. kocokannya di kontolku ritmenya juga mulai berkurang.
.
“bentar kak, aku mainin nenen Kaka dulu yah, Kaka nikmatin aja, nanti aja kocoknya” ucapku.
.
Kak Dina lalu melepaskan tangannya dari kontolku dan mengarahkan badannya lebih condong ke arahku, sehingga aku bisa lebih leluarsa memainkan kedua payudara Kakaku. desahan demi desahan keluar dari mulut Kakaku, sepertinya ia mulai menikmati remasanku pada payudaranya.
.
“ahhh hmmm ahhhh” desah Kak Dina
.
“gede banget Kak, kenyal banget, suka banget aku sama nenenya Kaka, Kaka suka gak aku remesin kaya gini” ucapku lalu memelintir kedua putingnya.
.
“hmpppp ahhh ahnton udhhh”
“hmmmpp ahhh udah Ton ahhh”
desah Kak Dina yang tak bisi ia tahan.
.
aku malah semakit aktif mendengar desahan demi desahan Kak Dina, kepalaku semakin mendekat ke payudaranya dan happpppp, Nenen sebeleh Kanan Kak Din aku isep dengan tiba tiba, membuat Kak Dina kaget dan mendorongku menjauhkan ku dari payudaranya, namun sia sia aku bisa menahan posisi ku dan mulai meghisap puting nikmatmya.
.
“ahh Antonn jangann ahhh ohh”
“Anton udah ini berlebihaaannn ohhh ahhh” ucap Kak Dina mendesah.​.
Dinandra Yunita

.
akupun bergantian meremas dan menghisap kedua payudaranya, aroma wangai tubuh Kak Dina yang bercampul keringarnya membuat aku tambah bernafsu dengan Kakaku ini.
.
slurrrppp slurrpppp
isapanku tiada henti bergantian dari sebelah kanan dan kiri, maupun sebaliknya.
.
“hmppp hmmmpppp” desah Kak Dina sambil menutup mulutnya.
.
puas aku menghisap kedua puting payudara Kakaku akupun langsung memposisikan badan rebahan, dengan paha Kak Dina yang menjadi bantalku.
.
“ahh hmmm Anton kamu ngapain?” ucap Kak Dina heran.
.
“Kak kocokin kak, ayo cepet kocokin” ucapku dengan mengarahkan tangannya ke kontolku.
.
akupun langsung meraih nenen Kak Dina dan menghisapnya dengan pelan, dan nenen sebelahnya aku remas dengan perlahan. Kak Dina juga mengocok kontolku kembali membuat kombo nikmat yang ku rasakan. wangi tubuh Kak Dina dan desahannya membuat nafsuku memuncak, serta puting Kak Dina yang ukurannya sangat pas membuatku gemes hingga aku gigit pelan putingnya dengan gigiku. membuat Kak Dina kesakitan dalam desahnya.
.
“ahhh auuu sakit Anton jangan digigit” ucap Kak Dina sambil menepok jidatku.
.
aku hanya tertawa dan kembali menghisap nenek Kak Dina. kulihat ia mendesah sambil matanya merem melek keenakan.
.
“ahhh sttt ahhh”
“Antoon ahh”
“ahhh pelan pelan nyusunya ahhh”
ucap Kak Dina keenakan.
.
cukup lama posisiku seperti sambil dikocoknya membuat aku melepas mulutku dari putingnya, aku mendesah cukup keras karena sudah hampir di puncak klimaks.
.
“ahhh Kak Ahhh teruuuusss”
“ahhh Kakkkk, aaahhh aku sayang Kaka” ucapku sambil mendesah.
.
“hmmm sttt ahhh Kaka juga sayang kamu Anton ahhhh ahh” desah Kak Dina disela ucapannya sambil membelai kepalaku.
.
“ahhhh ahhh Kakk ahhh”
“ahhh aku crooot Kak ahhh”
“aku keluarr ahhh”
ucapku tak mampu menahan puncak klimaks.
.
“iyah sayang keluarin semuanya, keluarin semuanya sama Kaka” ucap Kak Dina.
.
kocokan Kak Dina semakin cepat di kontolku, sampai pada akhirnya
croooot croot crooootttt
pejuku muncrat dari kontolku, membuat badannya sedikit terkena pejuku dan tangnnya dipenuhi lelehan cairan itu. aku langsung terkulai lemas dengan nafas engah engah. sementara Kak Dina lalu mengambil tisu yang ada di meja lalu membersihkan sisa peju di tangannya dan juga kontolku. kami lalu diam sejenak, hanya senyuman yang bisa kami berikan masing masing.
ditengah kami yang beristirahat, tiba tiba ada seseorang yang mengeton pintu depan rumah. aku dan Kak Dina langsung buru buru, Aku ke dapur dengan membawa celanaku, sementara Kak Dina kembali memasang jaketnya tanpa kembali memasang BHnya. setelah selesai Kak Dina lalu buru buru membuka pintu depan, aku hanya bisa mengintip dari dapur dan melihat siapa yang menganggu aku dan Kak Dina, ternyara Pak RT dan 1 orang yang tak kukenal yang datang. ia berdua berbicara dengan Kak Dina di pintu masuk, tatapan Pak RT dan 1 orang temannya seolah olah tau bahwa Kak Dina lagi tidak pakai bra, terlihat mata mereka sering tertuju ke payudara Kakaku diikuti dengan sunyuman cabul.​.
Pak RT

.
teman Pak RT

.

Kak Dina lalu beralih dari pintu depan dan berjalan ke arah dapur menemuiku, dengan cepat aku langsung memasang kembali celanaku.
.
“Anton Kaka keluar sebentar yah ada urusan penting” ucap Kak Dina padaku.
.
“Kaka emang mau kemana?” ucapku bertanya.
.
“sebentar aja kok gak lama kamu jaga rumah yah” ucap Kak Dina beralih dari hadapanku, mengambil dompet dan handphone.
.
Kak Dina keluar rumah di ikuti oleh Pak RT dan 1 orang temannya dengan tatapan cabul. aku yang curiga lalu berinisiatif mengikuti Kak Dina kemana ia berjalan.​

Reviews

15 %

User Score

1 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *