Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 4 – Pertemuan Dengan Sang Pujaan Hati

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Dewasa Daun Muda Terbaru

“Antooon, kenapa belum mandi sih” teriak Kak Dina dari bawah.
.
“Ayo cepet katanya mau anterin Kaka” kata Kak Dina dengan suara yang keras.
.
“baru bangun Kak” ucapku dengan suara lemas sambil mengucik mataku sebelah kanan.
.
“Ayo cepet mandi Kaka mau siap siap” ucap Kak Dina dengan suara keras dari dalam kamar mandi.
.
pagi ini aku sudah janji dengan Kak Dina untuk menemaninya ketempat perlombaan sekolah, katanya dia mau liat anak didiknya waktu dulu yang bertanding di perlombaan bergengsi dikota ini, akupun turun kebawah dan menuju meja makan, di sana aku langsung duduk dan termenung sejenak, lagi mengumpulkan energi energi yang belum kekumpul saat bangun tidur, di tengah melamunku aku mendengar suara bukaan pintu kamar mandi dan suara langkah Kak Dina. mataku terbelalak melihat Kak Dina begitu seksi dengan hanya memakai anduk melilit di kepala dan tubuhnya, energikupun langsung masuk dan tak merasakan ngantuk lagi.
.
Mulustrasi Kak Dina

Mezrr2A T

.
ayo cepet kaka udah selesai mandi” Ucap Kak Dina kepadaku sambil berjalan memegangi handuk melilit ditubuhnya.
.
akupun hanya mengangguk dan tatapanku tertuju pada Kak Dina, melihat ia dari belakang memeperlihatkan pantatnya yang bergerak saat berjalan, apalagi saat naik tangga, terlihat paha putih bersih tanpa cacat sedikitpun, wajar Kakaku itu sering merawat tubuhnya hingga mengahasilkan tubuh yang indah. setelah Kak Dina masuk kamarnya aku langsung meraih roti di atas meja dan makan roti itu, maklum bangun tidur langsung lapar. saat baru saja selesai makan roti dan mengambil air minum, Kak Dina kembali berteriak.
.
“Antoooon, kok kamu belum mandi aja sih, ntar telat loh kita” ucap Kak Dina turun tangga dengan baju dinas kerjanya.
.
Dinandra Yunita

Mezrr4X T

.
“laper kak” ucapku sambil minum air putih.
.
“hedeh kesiangan sih kamu, yaudah cepet mandi sana” ucap Kak Dina.
.
saat dia mau kembali ke kamarnya, aku manahan tangannya.
.
“tunggu Kak” ucapku sambil menahan tangan kanannya.
.
“ada apa lagi sih Anton?” Tanya Kak Dina.
.
“hmmm anu Kak hehehe…” ucapku gugup untuk memberi tahu sesuatu.
.
“anu apaan Anton cepet ahhh, udah telat ini” ucap Kak Dina sedikit kesal.
.
“anu nih Kak, ehhmmmm Kaka kan tadi jalan didepan aku pakai handukan” ucapku sambil garuk garuk kepala.
.
“ya terus apa?” kata Kak Dina masih kesal.
.
“ini Kak, si Iciboss tegak Kak hehehe” jawabku sambil memegangi Black Mamba.
.
“astaga Anton, cepet mandi, gak ada hubungannya sama Kaka, punyamu aja yang bangun terus” Ucap Kak Dina yang langsung memalingkan wajahnya dari hadapanku dan ingin pergi ke kamarnya.
.
dan lagi lagi ku tahan kembali tangan Kak Dina.
.
“ihhh apa lagi sih Anton” ucap Kak Dina semakin kesal.
.
“ya kalo mau aku cepet mandinya bantuin dong Kak” ucapku sambil kembali menahan tangannya.
.
“bantuin apa?” Tanya Kak Dina.
.
“ehmmm hehe, Kak boleh gak liatin aku coli biar cepet keluarnya, terus aku langsung mandi kok beneran sueeer” Jawabku dengan mengacungkan 2 jari.
.
“udah gila kamu yah, Kaka sendiri kamu giniin” ucap Kak Dina kaget
.
“soalnya kalo coli sendiri lama Kak keluarnya, ini liat si Iciboss tagak banget, gaenak tau Kak” Ucapku beralasan.
.
“hedeh, Anton Anton…. coba buka Kaka mau liat” Ucap Kak Dina melirik selangkanganku.
.
aku kaget setengah mati saat Kak Dina mengatakan hal seperti itu, kukira Kak Dina nolak ternyata dia ingin melihat Black Mambaku, meskipun aku sedikit gugub karna ini akan menjadi pengalaman pertamaku untuk memerkan kontolku kepada wanita bahkan kepada Kaka ceweku sendiri namun dengan sigap aku langsung membuka celana pendeku dan blessssss….
kontolku ngaceng tanpa halangan tegak kearah Kak Dina. kulihat pandangan Kak Dina melengo melihat kontolku, tidak tau kenapa dia kaget melihat kontolku, apakah karna ukuran atau hal lain, namun cukup lama Kak Dina memandangi kontolku dengan seksama. ditengah tatapan Kak Dina melihat kontol ku akupun memberanikan diri untuk ngomong.
.
“Kak, bantuin yah plis liatin aja” ucapku dengan menepukan kedua tanganku gaya memohon.
.
“Kaka gak bisa nemenin kamu hal kaya begituan Anton” ucap Kak Dina menatapku.
.
“tapi Kak, Aku sange banget sama Kaka, Plis Ka liatin aja pliiiiisss, biar ceper keluar” ucapku kembali memohon.
.
“Kaka belum make up, lagian kamu bisa coli sendiri kenapa harus Kaka liatin” ucap Kak Dina beralasan.
.
“ayo lah Kak bantuin biar cepet aku mandinya yah” kembali bujuku kek Kak Dina.
.
“hmmm yaudah, Kaka gak bisa temenin kamu Anton, pakai celana dalam Kaka tadi habis pakai aja mau?” ucap Kak Dina memeberikan sebuah solusi atas ngacengku.
.
“ahhh boleh Kak hehe, terus mana celana dalamnya hehehe” Ucapku dengan tawa sumringah.
.
“ikut Kaka ke mesin cuci belakang” ucap Kak Dina menarik tangan kiriku
.
akupun mengikuti Kak Dina kebelakang, arah tempat cuci dan jemur pakaian, setelah sampai disana iyapun membongkar rak pakaian kotor dan mencari celana dalamnya. yapppp akhirnya ketemu celana dalam Kak Dina, ia pun memberikan celana dalam berwarna putih kepadaku, setelah itu ia langsung menyuruhku cepat cepat coli terus mandi. dengan senang hati aku pun bergegas kekamar mandi dikamarku dan coli sambil mencium aroma memek Kak Dina, aroma yang khas yang membuatku semakin terangsang dengan Kak Dina, di celana dalam itu aku melihat sedikit bercak basah, pikirku ini adalah cairan bekas memeknya.
.
Mulustrasi CD Kak Dina

Mezrr6R T

.
“ahhhh ahhh Kak Dina, ahhh Kakk”
“ahhh ahhhh”
“ahhh Kak enak banget bau Kaka”
“ohhh ahhh”
“ahhhh”
desahku sambil tangan kananku mengokang kontolku dan tangan kiriku yang memegangi CD Kak Dina dan mengarahkannya ke hidungku. sampai pada akhirnya.
croootttt crooottt crooooootttttt
pejuku keluar deras, badanku lemas. istirahat sejenak aku lalu setelah mulai kekumpul tenaga aku langsung melanjutkan mandiku dengan cepat kilat.
setelah selesai mandi akupun langsung bergeas memakai bajuku, outfit yang kupakai adalah baju formal, setelah selesai berpakaian akupun langsung menuju bawah, disana aku melihat Kak Dina sudah lengkap dan cantik pakiaannya. ia memakai baju dinasnya yang membuat lekukan tubuhnya semakin terlihat seksi.
.
“Kak udah nih” ucapku sambil turun tangga.
.
“Iya Anton, panasin dulu mobilnya, kunci mobil ada di gantungan garasi” ucap Kak Dina yang sedang asyik memainkan HPnya tanpa melihat kearahku.
.
akupun langsung ke garasi dan memanaskan mobilnya sebentar, lalu aku membuka pintu garasi dan pagar rumah. setelah dirasa cukup panas mesin mobilnya akupun mengeluarkan mobil itu dari rumah, dibarengi dengan Kak Dina yang keluar rumah sambil mengunci pintu dan pagar rumah. Kak Dina lalu masuk dan kamipun menuju tempar perlombaan yang Kak Dina maksut. diperjalanan kami terjebak macet, tidak terlalu parah namun membuat mobil yang kami kendarai berjalan lambat.
.
“gara gara kamu sih kan kita jadi kejebak macet” ucap Kak Dina kesal memarahiku.
.
“kok aku sih Kak, kan yang bikin macet bukan aku” ucapku ngeyel membantah.
.
“yah kamu, udah bangunnya kesiangan colinya lama lagi” ucap Kak Dina kesal.
.
“hehehe maaf Kak” ucapku malu sambil menundukan kepalaku.
.
“lagian Kaka juga sih waktu itu, jadi sange kan aku sama Kaka” ucapku mengingat waktu dimana aku melihat tubuh telanjang Kak Dina.
.
“ya masa kamu sange sama Kaka” ucap Kak Dina
.
“ya lagain Kaka cantik begitu hehehe… body Kaka bagus lagi, siapa yang gak sange Kak, aku kan laki laki normal” ucapku membalas.
.
“hmmm iya juga sih, tapi kan kemarin Kaka bilang kalo kamu coli jangan keras keras, kedengeran tau desahan kamu.” ucap Kak Dina menepok pahaku sebelah kiri.
.
“hehe maaf Kak, lagian kan gak sadar coli keenakan hehehe” ucapku dengan tawa kecil.
.
“aku simpen yah CD Kaka, biar aku mau coli nggak harus minjem dulu” lanjutku.
.
“yasudah simpen aja, jangan sampai ketahuan Bang Ferr yah” ucap Kakaku menoleh ke arahku.
.
“hehe siap Kak” ucapku senang diikuti senyuman lebarku.
.
tak lama dari perbincangan kami akhirnya kami berhasil melewati jalanann macet itu, tak jauh dari sana akhirnya kami sampai di gedung serbaguna yang lumayan besar di kota. akupun mencari parkiran dan memarkirkan mobilnya. akupun dan Kak Dina berjalan masuk menuju tempat perlombaan itu.
sesampainya digedung aku melihat banyak stand atau boot ilmiah anak anak SMA, mereka memamerkan karya mereka di sana, ada yang tentang kimia, astronomi, bahkan ada yang memamerkan Robot yang canggih, takjub aku melihat satu persatu karya mereka, anak SMA yang akan mengharumkan dan membangun bangsa ini dimasa kelak, saat kami berjalan tibalah kami di salah satu stand atau boot tujuan Kak Dina, disana ia langsung menyapa salah satu bekas murid didiknya. Kak Dina lalu menyapanya dan tak lama mereka berpelukan seperti orang yang lama tak berjumpa, tunggu sebentar aku merasa familiar dengan wajahnya, wajah cantik yang pernah kulihat tapi dimana yah apa jangan jangan……
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HUSNA AMIRA, itukah dia

Mezrr7W T

.
.
.
.
.
.
.
.
ternyata murid yang dimaksud Kak Dina ialah Husna Amira, wanita cantik yang kulihat di Instagram waktu itu, wanita yang ku idam idamkan, itu dia. akupun langsung bergegas berjalan ke arah mereka. Kak Dina langsung meperkenalkanku kepadanya.
.
“Husna ini adik Ibu, adik yang Ibu ceritain lama gak ketemu itu, namanya Anton Aksara” Ucap Kak Dina memperkenalkanku kepada Husna Amira.
.
oh halo Kak, kenalin aku Husna Amira biasa temen temen manggil aku Una, salam kenal Kak” Ucap wanita cantik itu menyodorkan tangannya kepadaku untuk bersalaman.
.
akupun dengan sedikit gemetar meraih tangannya untuk berasalaman.
.
“ehhh hmmm a a aku Anton, sa sa salam kenal” ucapku sangat gugub.
.
“ayo masuk dulu, aku mau tunjukin karya aku sama temen temen aku” ucapnya mengajak kami berdua untuk masuk ke bootnya.
.
saat Una menjelasakan karyanya aku tak sedikitpun melihat ke arah karyanya, aku hanya fokus menatap wajah cantiknya dengan penuh kekaguman, apakah ini namanya takdir apakah dia jodohku. isi kepalaku hanya dia seorang sekarang. dia juga mengenalkan kedua temennya yaitu
.
Michelle Cornelia

Mezrr8G T

.
dan Ema Azalia.

Mezrr8P T

.
saat sedang berbincang dan menjelaskan karyanya, suara keras dari atas panggung berbunyi.
.
“kami dari para dewan juri akan mengumumkan siapa yang akan memenangkan Lomba Karya Sains tingkat Kota, dan pemenangnya adalah……”
deg deg deg deg
suara jantung kami gugub menunggu pengumuman dari juri.
.
” sekolah SMA Kota Madya 1″
.
dan ternyata sekolah Una yang menang perlombaan Husna Amira dan temannya bersorak diikuti pelukan dari Kak Dina, suara tepukan penonton dan peserta yang hadir waktu itu terdengar jelas, aku tersenyum melihat Husna Amira berhasil dalam kejuaran Lomba, ia pun bergegas naik ke atas panggung untuk mengambil hadiah piala dan uang tunai. setelah penyerahan hadiah dan foto bersama ia turun dengan membawa hadiah kemanangan. teman temannya bersorak gembira. kamipun lalu berfoto bersama. terbesit di benaku untuk berfoto bersamanya hanya berdua saja.
.
“Hu Hu Husna” panggilku.
.
“iya Kak ada apa?” ucapnya sambil meletakan hadiahnya di meja.
.
“kita foto berdua mau gak? ” ucapku gugub takut di tolak.
.
“boleh boleh ayo Kak foto” kata Una sambil merapihkan kerudungnya.
.
“makasih Husna, ehmm Kak Dina tolong fotoin” ucapku memberi HP ke Kakaku.
.
akupun berfoto berdua sama Una, di arah boot aku mendengar cie cie an temen temennya Una.
.
“cie cie, inget Seto Una” ucap salah satu temennya.
.
Seto siapa? pacaranya kah, adub pupus deh harapanku kalau dia sudah pacar. setelah selesai berfoto ada sedikit kekecewaan di hatiku karna takut Una telah punya pacar. setelah berfoto aku dan Kak Dina berpamitan untuk pulang, Kak Dina dan Una kembali berpelukan dan aku menyalaminya. tangan lembut dan wanginya membuatku semakin terkagum kagum padanya, tapi ya sudahlah kalo punya orang, toh gak bakal aku sama Una berjodoh hahaha. tawa di balik kesedihan hikssss….
.
aku dan Kak Dina keluar daru gedung dan menuju parkiran, kami pun masuk mobil dan pergi dari gedung itu. kali ini Kak Dina yang meneyetir karna iya ingin beli makan siang di salah satu rumah makan.
.
“kamu kayaknya suka deh sama Una bener gak?” ucap Kak Dina membuatku kaget dalam lamunanku.
.
“ahhh nggak Kak” ucapku menyangkal.
.
“halah jangan boong, kamu suka kan?” ucap Kak Dina memaksaku mengaku.
.
akupun lalu menatap Kak Dina dan menganggu kecil tanda iya.
.
“sudah Kaka duga dari cara tatapanmu ke dia aja udah beda” ucap Kak Dina, aku hanya bisa diam mendengar perkataan Kakaku itu.
.
“mau Kaka kenalin gak?” ucap Kak Dina.
.
“ahhh mau mau Kak, gimana caranya?” ucapku langsung semangat.
.
“haha, nanti Kaka yang atur, kamu udah Follow IGnya?” ucap Kak Dina bertanya.
.
“be be belum Kak” Ucapku.
.
“ya follow dulu, biar kamu bisa interaksi dulu disana baru selanjutnya Kaka yang atur” Ucap Kak Dina membuatku senang.
.
akupun bergegas membuka HPku dan mencari akun IGnya di HPku, setelah aku dapat akun Husna Amira bergegas aku langsung pencep Follow dan mengirim sebuah pesan.
.
“Follback Husna, ini aku Anton Adik Ibu Dina” pesan terkirim.
.
sambil menunggu pesan dibalas Kak Dina berhenti di sebuah restoran untuk makan, masuk kedalam restoran aku dan Kak Dina langsung duduk dan memesan makanan karna kami berdua sudah lumayan laper. saat menunggu masakan restoran datang notif di HP ku berbunyi.
twiiiingggg
ternyata itu pesan balasan Husna Amira.
“udah aku follback kak” balasan pesan Una.
.
akupun senang dan langsung memberitahukannya kek Kak Dina, Kak Dina juga ikut senang,
.
aku lalu membalas pesan Una.
.
“makasih Husna udah Follback” pesanku terkirim.
.
tak lama kemudian makanan kamipun datang kamipun makan dengan keadaan senang. setelah selesai makan kami pun langsung pulang kerumah.
.
saat sampai di rumah akupun langsung membukakan pagar untuk Kak Dina, saat aku membuka pagar….
Braaakkkk
aku terjatuh dan tanganku masuk di sela sela pagar rumah Kak Dina, membuat tanganku keseleo.
.
“aduuuuhhhhh” teriak ku kesakitan
.
“Antoooonn” ucap Kak Dina panik dan langsung membantuku masuk kemobil dan mengantarku kerumah sakit.

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *