Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 3 – Munculnya Sebuah Hasrat
Cerita Seks Hijab Terbaru
pagi ini aku bangun agak kesiangan, biasanya pagi Kak Dina akan membangunkanku, namun pagi ini dia tidak membangunkanku, aku pun bangun sendiri dan melihat jam..
“alamaaakkk jam 11” teriak ku saat itu.
.
yah aku tau aku kesiangan karna malam tadi aku bermain PS 5, biasa orang kampung yang hanya bisa main game PS 2 tiba tiba bermain PS 5 yang sangat memukau grafiknya, aku bermain game sampai lupa waktu sehingga aku pun bangun kesiangan, aku pun langsung mencuci muka dan menggosok gigi, lalu aku kebawah untuk mencari makanan karna memang sudah sangat lapar, akupun turun dan menuju arah dapur, di meja makan aku pun membuka tutup makanan, disana ada ayam goreng dan sepiring nasi goreng yang nikmat, tanpa pikir panjang akupun langsung melahap nasi goreng itu. memang masakan kakaku ini tidak ada duanya, sangat enak dengan flavor rasa yang nikmat, FYI kakaku emang pinter masak, bahkan dia punya rumah produksi untuk membuat kue, yah itung itung kata kakaku ada usaha sampingan selain menjadi guru, ternyata rumah produksi kue kecil punya kakaku itu malah menjadi pengahasilan paling besar kakaku. sambil makan dengan lahap aku menoleh kiri kanan kepalaku, mencari keberadaan Kak Dina, mungkin dia lagi mengajar di sekolahnya, biasanya Kak Dina akan pulang jam 1 atau 2 siang. setelah selesai makan akupun lalu mencuci piring yang lumayan numpuk, piring bekas makan malam tadi dan pagi ini. akupun mencuci piring piring itu untuk membantu pekerjaan rumah kakaku, setelah selesai mencuci piring akupun ke halaman rumah untuk membersihkan halaman depan. menyapu halaman, menyiram tanaman, bersihin sampah kulakukan untuk membantu kakaku.
tak terasa sudah jam 1, pekerjaan ku sudah beres dan aku beristirahat di depan halaman rumah seperti biasa dengan rokok andalan yang sudah kunyalakan lalu kuhisap dengan khitmat. saat sedang asik ngerokok Kak Dina datang dengan mobilnya.
.
tiit tiiiiiitttt
bunyi klakson mobil Kak Dina.
.
akupun langsung bergagas membukakan pagar rumah dan pintu garasi. setelah itu mobil masuk kak Dina keluar mobil, dengan baju dinasnya menampilkan lekuk tubuh kakaku yang indah, Kak Dina juga membawa kantong kresek makanan yang lumayan banyak..
Dinandra Yunita

.
“Anton, bantuin kaka yu bawain ini” Ucap Kak Dina sambil menujuk sesuatu ke dalam mobilnya.
.
akupun lanhsung sigap untuk membantu membawakan barang yang dimaksud Kak Dina.
.
“ini apa Kak banyak banget?” tanyaku.
.
“ini makanan, buat nanti di bawa ke rumah produksi kue kaka” ucap Kak Dina.
.
aku dan Kak Dina membawa kontong plastik itu kedalam rumah dan meletakkannya di meja makan.
.
“emang kaka mau nganter kapan makanan ini?” tanyaku kembali.
.
“buat nanti jam 2 saat karyawan pada istirahat, nanti bantuin kaka anter kesana yah Anton” jawab Kak Dina sambil mengecek bawaannya tadi.
.
“siap kak bisa kok” jawabku dengan senyuman.
.
“kaka ke atas dulu yah mau mandi, kamu kalo makan ambil aja satu nasi bungkusnya” ucap Kak Dina sambil pergi menjauh dari hadapanku untuk mandi.
.
“eh iya Kak” ucapku yang senang untuk makan makan.
.
akupun makan 1 bungkus nasi itu, padahal sudah makan jam 11 tadi masih saja lapar, mungkin tenaga ku habis saat beberes tadi, jadi aku perlu isi tenaga lagi buat membantu Kak Dina mengantar nasi bungkus sebanyak ini. setelah selesai makan aku langsung bergerak ke kamar untuk main hp sejenak, melihat kebodohan masyarakat tik tok dan kekonyolan orang orang di twit**ter setelah makan sepertinya menyenangkan. aku pun masuk kamar, mengambil hp lalu rebahan dikasurku yang sangat nyaman, ku nyalakan AC kamar dan nikmat tiada tara bersantai setelah kenyang. baru mau buka HP aku dikejutkan dengan suara percikan air di kamar mandiku, siapa yang mandi dikamarku, apa jangan jangan Kak Dina mandi dikamarku. tapi kenapa Kak Dina mandi dikamarku, ia bisa saja mandi di kamar mandinya sendiri atau turun kebawah untuk mandi di kamar mandi bawah. atau jangan jangan hantu. pikiranku kalut sekali, campur aduk, kebingungan siapa yang mandi di kamar mandiku, dari pada aku penasaran aku pun memberanikan diri untuk mengecek siapa yang berada dan memakai kamar mandiku. pelan pelan aku mendekati kamar mandi, langkah demi langkah. detak jantung semakin kencang saat aku semakin mendekati pintu kamar mandi. saat aku sudah dekat kamar mandi aku melihat pintu kamar mandi yang terbuka sedikit, akupun memberanikan diri untuk mengintip, dan tenyata Kak Dina yang berada di kamar mandiku. ia menyabuni badannya membelakangi arah pintu sehingga aku hanya bisa melihat badan bagian belakangnya dan bokongnya yang indah, aku hanya terdiam mematung sambil memandangi tubuh bagian belakang kakaku, putih mulus tanpa cacat sedikitpun sangat mulus kulihat, dengan bokongnya yang bulat sempurna membuat aliran darah ke otak semakin cepat, disana aku tergiur dengan badan kakaku sendiri, badan wanita tercantik bahkan mengalahkan artis Jav yang sering ku tonton di situs bokep bajakan. kaki yang indah paha mulus putih sempurna bagaikan paha kagura. aku terdiam tak bergerak sedikitpun melihat tubuh indah kakaku itu. diam mematung sampai pada suatu moment…….
braaaakkkkkkk….
aku terjatuh karna tergelincir saat mengintip, badanku terhempas masuk ke kamar mandi membuat Kak Dina langsung membalik badan ke arahku.
.
“Antooooonnnnn” teriak Kak Dina membuatku langsung keluar dari kamar mandi.
.
“maaf Kak maaf gak sengaja” ucapku panik langsung menutup pintu kamar mandi tanpa melihat ke arah Kak Dina.
.
akupun lalu duduk di pinggir kasurku, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, bayang bayang tubuh kakaku itu terus berputar dikepalaku, aku tak bisa menghilangkan pikiranku terhadap kakaku itu. disaat aku berusaha untuk mengalihkan pikiranku, tiba tiba Kak Dina keluar dari kamar mandi dengan telanjang bulat dengan handuk yang menutupi kepalanya. aku hanya terdiam kaget dengan mata terbelalak melihat Kak Dina tanpa sehelai benangpun, dengan dada yang cukup besar nan menggoda, ditambah pentil yang pink dan areola yang lumayan besar, badan yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun, body bak gitar spanyol dan bulu tipis yang menutupi sedikit area memek Kak Dina. aku hanya bisa diam dan memandangi Kak Dina dari ujung kepala sampai ujung kaki..
Mulustrasi Badan Kak Dina
.
“kamu ngapain masuk ke kamar mandi, kalo masuk ketok dulu” ucap Kak Dina dengan nada sedikit kesal.
.
“ya Kak Dina ngapain mandi dikamar mandi aku, mana aku tahu” ucapku membalas.
.
“yah, air di kamar mandi kaka mati jadi mandi disini” ucap kaku sambil menunjuk kebawah.
.
“ya kan ada kamar mandi bawah” ucapku kembali membalas sambil meliriki tubuh indah kakaku itu.
.
kaka males turun tangga lagi, yaudah mending mandi di kamar mandi kamu” ucap Kak Dina membela.
.
“hmmm oke oke, terus kaka gak malu apah telanjang bulet didepan aku?” ucapku bangkit dari kasur dan berdiri dihadapan Kak Dina.
.
“ahhh biarin aja, toh kamu udah liat juga kan tadi” ucap Kak Dina dengan santainya.
.
“yah seenggaknya tutup dikit kek” ucapku terus menatap buah dada kakaku yang indah itu.
.
“hmmm yaudah terlanjur juga kok, buat apa ditutupin, kaka mau pake baju dulu, kamu mandi yah Anton habis ini bantuin kaka buat anter makanan ke pabrik” ucap Kakaku mendekat ke arahku untuk keluar kamar.
.
saat berjalan dihadapanku Kak Dina tiba tiba saja meremas kontolku.
.
“dikondisiin nih burung, masa tegak liat kaka sendiri hahaha” tawa kakaku setelah meremas area vital ku itu.
.
akupun kaget dan tidak sadar ternyata black mamba ini sudah tegak maksimal.
.
ih apaan sih kak ,malu” ucapku menutupi kontolku dengan kedua tangan.
.
“hahaha cepet mandi, kaka mau siap siap” ucap kakaku sebelum keluar dari kamarku.
.
aku masih tak percaya apa yang kulihat, tubuh indah kakaku itu terus berputar dikepalaku. ahhhh pusingku dari pada berlarut larut aku pun langsung pergi kekamar mandiku. saat semua sudah terlepas akupun mandi dengan bayang bayang pikiran Kak Dina dikepalaku, dan dari tadi Black Mamba juga tak menurunkan semangatnya untuk berdiri tegak. akupun diam sejenak, terbesit dikepalaku untuk coli saja agar pikiran kotor tentang kakaku hilang, namun aku malah membayangkan tubuh kakaku itu saat coli.
.
“ahhh ohhhh shitttt ahhh Kak Dina ahhh ahhhh” desahku sedikit kencang dikamar mandiku. ini pertama kalinya aku coli membayangkan kakaku sendiri. sampai akhirnya aku sudah di ujung orgasmeku.
.
“ahhh ohhh Kak Dina aku mah crot Kak Dina, ahhh ahhh Kak ahhh terima pejuku Kak, ahhh ahhh ahhhhhhhhh” desahku diikuti dengan semburan peju yang sayang kencang.
.
badanku lemas sampai aku harus menyandarkan tanganku di tembok kamar mandi dan air shower yang membasahi badanku. akhirnya pikiran tubuh Kak Dina sudah ku kondisikan, termasuk Black Mamba yang juga sudah letoy seperti ulat bulu, beberapa saat kemudian aku langsung menyelesaikan mandiku. setelah mengganti pakaianku akupun kebawah dan disana aku melihat Kak Dina lagi menelpon seseorang di sudah sangat cantik dengan pakaiannya, jadi teringat tubuh telanjangnya yang indah dibalik gamis itu..
Dinandra Yunita
.
“iya aku bentar lagi kesana kalian tunggu aja”
“iya iya iya siap”
“tunggu yah bye” bincang Kak Dina dengan seseorang ditelpon setelah itu menutup telponnya
.
“nelpon siapa kak?” tanyaku penasaran.
.
“ini karyaman Kaka nungguin makan siang udah laper katanya” ucap Kak Dina berdiri.
.
“oh gitu kak” kataku.
.
“Ayo Anton bantuin Kaka, angkat semua ini ke mobil” ucap Kak Dina menyuruhku untung membantunya mengangkat nasi bungungkus.
.
akupun membantunya mengakat nasi bungkus kedalam mobil, setelah semua selesai dimuat aku dan Kak Dina langsung pergi ke tempat rumah produksi pembuatan Kue kakaku. tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah Kak Dina, hanya beberapa blok. aku dan Kak Dina pun berbincang tentang Pabrik Kue yang dimaksud.
.
“ini emang Kaka tiap hari kah, nganter makanan gini?” ucapku terus bertanya.
.
“ahh nggak Anton, sesekali aja kalo penjualan Kue capai target” ucap Kakaku.
.
“oh gitu kirain tiap hari” jawabku sambil membetulkan rambutku.
.
“nggak Anton, kalo tiap hari bangkrut Kaka hahaha” ucap Kak Dina.
.
“hahaha iya juga” balas tawaku ke Kak Dina.
.
kami pun melanjutkan perbincangan sampai tak terasa sudah sampai di rumah produksi Kue, rumah produksi ini bisa dibilang seperti pabrik kecil, kecil namun nyaman untuk bekerja, tempatnya bersih, sehingga kehigienisan kue Kak Dina terjaga dengan baik, disana aku dan Kak Dina langsung di sambut dengan salah satu karyawan Kak Dina namanya Ebong. Ebong perawakannya gendut, agak pendek dan kulit yang hitam. Ebong berumur sekitar 19 tahunan, ya dia umurnya di bawahku, meskipun fisiknya seperti itu, Ebong ialah salah satu Karyawan yang cukup lama kerja bersama Kakaku, ia bahkan sering di tawarkan tempet kerja yang lebih layak dan gajih yang lumayan karna ketelatenannya dalam bekerja, namun semua ia tolak, ia beralasan sudah nyaman kerja disini dan rumah produksi Kak Dina bisa lebih besar jika ia terus berada disini..
Ebong
.
“Ebong, minta tolong anak anak buat ambil makanan” ucap Kak Dina sambil berteriak dari mobil.
.
Ebong dengan cepat masuk kedalam dan memanggil semua karyawan yang ada di dalam rumah produksi kue. keluarlah 3 orang karyawan lainnya yang ikut bersama Ebong untuk mengambil makanan dimobil, mereka lalu mengambil makanan dan langsung membawanya masuk ke dalam rumah produksi. akupun bersama Kak Dina mengikuti mereka ber 4 masuk kedalam rumah produksi, dimana disana sudah ada beberapa pesanan yang sudah selesai dibuat dan ada juga yang masih tahap produksi, kami semua menuju salah satu meja dan duduk disana, sebelum acara makan makan dimulai Kak Dina berbicara tentang keberhasilan rumah produksi yang berhasi tembus target penjualan yang cukup oke, Kak Dina juga akan memberikan bonus kepada mereka berupa gajih yang dinaikan, merekapun bersorak mendengar kabar gembiri dari Kakaku itu. setelah itu kamipun makan makanan yang dibawakan oleh Kak Dina bersama sama. di tengah tengah makan Kak Dina memperkenalkanku kepada mereka sebagai adik, aku juga tak lupa untuk berkenalan dengan mereka. karyawan Kak Dina ada 4 orang namanya :
1. Matnor

adalah karyawan paling senior dan dia juga adalah ketua rumah produksi kue milik Kak Dina, ia yang mengurus manageman produksi dan pemasarannya juga. tak jarang juga ia membantu pekerjaan karyawan lain. ia berumur sekitaran 50 tahunan dan sudah berkeluarga..
dia adalah karyawan yang mengurus mekanik mesin produksi, ia adalah karyawan yang sangat lucu dan menyenangkan, setiap hari ada saja tingkahnya yang membuat karyawan disini terhibur dibuatnya. Darun berumur 25 tahun, seumuran dengan Kak Dina. ia belum menikah karna belum ada wanita beruntung yang mendapatkam hatinya (katanya Darun bukan aku)..
Wely adalah karyawan yang terbilang baru. ia baru masuk akhir bulan kemarin, ia di rekrut untuk membantu pekerjaan Ebong yang semakin menumpuk. Wely berumur 30 tahunan. ia sudah berkeluarga dan mempunyai 1 orang anak. dia karyawan yang cukup cepat dan telaten, namun dia dikenal sebagai seseorang yang pendiam..
gak usah dijelasin yah kan udah dijelasin di atas hehehehe.
.
Setelah selesai makan dan beristirahat, aku dan Kak Dina memeriksa berkeliling untuk melihat lihat tahap pembuatan kue kue itu, aku hanya bisa berdecak kagum melihat para karyawan Kak Dina dengan cekatan bekerja, mereka sangat semangat bekerja meskipun upah mereka yang didapat tidak sebesar jika bekerja ditempat lain, aku senang melihat orang orang disini bekerja untuk Kak Dina, mereka nyaman dan senang bekerja disini sampai ditawarin kerjaan lainpun mereka menolak untuk tetap bekerja disini.
setelah selesai melihat lihat akupun beristirahat di luar rumah produksi sambil merokok, tak lama setelah itu muncul Kak Dina dibarengi dengan 3 karyawannya, Ebong, Darun, dan Matnor dibelakang Kak Dina.
.
“Anton” panggil Kak Dina.
.
“iya Kak ada apa? mau pulang?” ucapku buru buru mematikan rokok ku yang sisa setengah.
.
“ohh hmmm nggak nggak, anu ehmmm gini, kamu pulang aja duluan yah” ucap Kak Dina agak sedikit terbata bata
.
“loh, kenapa Kak?” ucapku bingung.
.
“ehmmm ehhh kaka ada urasan penting dulu disini, ma ma mau nyelesain pekerjaan di sini dulu, gak papa kalo kamu mau pulang duluan, ehmmm ehhhh kamu gak mau emang main PS5?” ucap Kak Dina yang cukup membingungkanku.
.
“oh hehe iya sih mau main aku, yaudah kak mana kunci rumahnya” ucapku beranjak dari tempat duduk dan tak sabar ingin melanjutkan gameku.
.
“ini” Kak Dina memberikan kunci rumah dari dalam tasnya.
.
“oh ya Kaka pulang jam berapa, biar nanti aku jemput” ucapku ke Kak Dina.
.
“ehmmm jam berapa yah?” ucap Kak Dina menoleh kiri kanan karyawannya.
.
“agak maleman aja dek jam 8, soalnya Ibu Dina disini ada banyak pekerjaan sama karyawannya hehehe” ucap Matnor yang dibarengi tawanya.
.
“nah iya jam 8 kamu kesini yah jemput Kaka” ucap Kak Dina menimpal perkataan Metnor.
.
“oh yasudah Kak, aku pulang duluan yah” ucaku salim kepada Kak Dina dan menjauh dari hadapannya.
.
aku sempat melirik ke arah belakang saat berjalan menuju mobil, Kak Dina seperti dirangkul oleh karyawan karyawannya masuk kedalam rumah produksi. aku tidak menaruh rasa curiga atas hal tersebut, fikirku karna mereka sudah sangat akrab jadi hal seperti itu biasa terjadi disini. akupun masuk mobil dan menuju rumah Kak Dina. sampai disana aku langsung melepas pakaianku dan langsung duduk didepan PS5.
bermain game membuatku lupa waktu sampai waktu menunjukan jam 7:30 malam, akupun langsung bergegas mengecek hp ku dan tak ada notif panggilan dari Kak Dina di hpku. akupun berinisiatif menelpon Kak Dina siapa tau di mau dijemput sekarang.
tuuuuutttt tuuuuuttttt tuuuutttt
cukup lama bunyi itu ku dengar dan akhirnya Kak Dina menganhkat telponku.
.
“halo Kak, aku mau jemput Kaka nih, mau sekarang kah?” ucaku ke Kak Dina lewat telpon..
Dinandra Yunita
.
“ahhh ehmmm uhhh ahhhh Anthooonnnhhhh ahhh, ia kamuhhhh bisa jemput Kakahhh jam 8 ahhhhhh ehmmmm Darun jangan kenceng kenceng aku lagi nelpon Antooonnnhhhh ahhhh” ucap Kakaku dengan suara yang aneh dan bunyi hentakan samar samar.
plak plak plak plak
bunyi hentakan di sela sela Kaka ku berbicara.
.
“ohh iya kak aku siap siap ini” ucapku beranjak dari tempat dudukku
.
“ahhhh iyahhh Antonnn ohhh shhhhh” ucap Kak Dina yang membuatku bingung.
.
“Kaka kenapa, Kaka sakit?” ucapku khawatir dengan keadaan Kak Dina.
.
plak plak plak plak
suara hentakan itu semakin cepat membuat suara dari Kak Dina semakin aneh dan racau.
.
“ahhh hmmm ehhhh jangaanhhhhh cepehhhthhh cepethhh ahhhh, gak papa Antonnn ehmmm shhhhh, kaka lagi makan keripik pedas ahhhhh jangan digigit Ebong aaahhhh” jawab Kak Dina yang membuat ku tak yakin dan semakin bingung.
.
plak plak plak
suara itu terus terdengar semakin cepat dibarengi suara aneh Kak Dina yang tak beraturan
“ahhh ahhh ohhh” suara aneh Kak Dina yang membuatku menggaruk kepala.
.
“Kaka beneran ini gak papa?” ucapku sekali lagi meyakinkan.
.
“ahhh shhhh iyahhh Anton, Kaka gak papa ahhh, cepet jemput Kaka sekarang ahhhh ohhh jahh jahh jangan dimuka Matnor jangaaaannnn ahhhhhhh” teriak Kak Dina.
.
“iya Kak Dina, aku segera kesana” ucapku.
.
“iyahhh cepet Antonn ahhh hmmmm hmmm” Ucap Kak Dina dibarengi dengan suara hentakan yang semakin cepat.
.
aku tak langsung mematikan telponnya aku mau tau apa yang sebenarnya terjadi dengan kakaku, suara seperti desahan dan hentakan yang sangat jelas, terus ada suara tawa laki laki membuatku bertanya tanya apa yang sedang dilakukan Kak Dina bersama karyawannya. aku hanya diam dan mendengarkan.
.
“ahhh naikin badannya dong bu ahhh ahhh ahh gitu bu yesssss” dengar samar dari telpon Kak Dina
.
“ahhh terus bu ahhh ahhh isep terusss yang kenceng bu ahhh ahhhh enak banget” terdengar kembali samar dari telpon ku yang masih sambung.
.
“lah lok masih tersambung, Ibu mau pamer yah ke adiknya kalo Ibu lagi di pake” ucap salah satu karyawan yang terdengar jelas namun langsung mematikan telponnya.
.
aku pun terdiam dan berfikir aneh aneh tentang Kak Dina, apa jangan jangan Kak Dina………
ahhhh gak mungkin, Kak Dina bukan wanita serendah itu, mungkin mereka lagi makan makan pedes jadi suara suara seperti itu terdengar. menghiraukan pikiran kotor ku tentang Kak Dina bersama karyawannya aku langsung bergegas siap siap dan menjemput Kak Dina di rumah produksi.
sesampainya disana aku pun langsung ke parkiran dan menelpon Kak Dina.
.
“Kak, aku sudah didepan” ucapku.
.
“iya sebentar Kaka keluar dulu” balas Kak Dina.
.
kulihat Kak Dina keluar rumah produksi dengan keadalan lemas, seperti orang sangat kecapean kerja. aku pun membukakan pintu mobil dan Kak Dina masuk mobil. aku lihat pakaian Kak Dina sudah acak acakan, dengan jilbab yang ia kenakan sudah tak rapi seperti awal kami datang, baju yang ia kenakan juga lumayan acak acakan kumel. aku bingung dengan kondisi Kakaku seperti ini, apakah secapek itu kerja sebagi boss di rumah produksi, atau sedahsyat itu makan makanan pedes bersama karyawannya. akupun lantas meberanikan diriku untuk bertanya kepada Kak Dina apa yang sebenarnya terjadi.
.
“Kak, Kaka kenapa kek kecapean banget ?” tanyaku.
.
“ehhh haahhh haaah, nggak Anton Kaka Gak kenapa kenapa, cuman capek aja kerja hahhh hahhh” ucap Kak Dina dengan nafas tersenggal senggal.
.
“ohhh kaka beneran nggak papa tadi Kaka di telpon kaya…..” ucapan ku dipotong oleh Kak Dina yang memegang tangan kiriku.
.
“Anton, kan udah kaka bilang, kamu lupain aja apapun yang kamu lihat, jangan kasih tau orang lain apalagi sampai Bang Ferr tau, okey” ucap Kak Dina dengan nafas yang masih tersenggal senggal.
.
“iya Kak siap” ucapku hanya bisa diam dan pasrah.
.
akupun langsung mengendarai mobil Kak Dina dan pulang ke arah rumah, sebelum pulang Kak Dina ingin membeli ayam TFC untuk makan malam kami nanti, kamipun mampir kesalah satu drive true TFC dan membeli beberapa potong ayam dan nasi.
sesampainya kami dirumah aku langsung membukakan rumah dan masuk bersama Kak Dina. Kak Dina langsung duduk di meja makan sedangkan aku membantu menyiapkan makanan yang akan kami makan. setelah semua siap aku dan Kak Dina makan ayam TFC malam itu. ditengah nikmatnya aku menyantap ayam kesuakaanku tiba tiba Kak Dina ngomong sesuatu yang membuat ku terkejut..
Dinandra Yunita
.
“kamu ngapain tadi dikamar mandi?” tanya Kak Dina dengan serius.
.
“ehmmm ng ng nggak kok Kak gak ngapa ngapain aku” ucapku gugub.
.
“jangan boong, kamu tadi onani kan di kamar mandi” deghhhh ucapan Kak Dina sangat mengejutkanku.
.
“ehmmm ehhhhh” ucapku tak bisa menjawab kalimatk Kak Dina.
.
“jujur aja kenapa sih” ucap Kak Dina dengan nada kesal.
.
“ehmm hehe iya Kak” ucapku dengan nada pelan dan sedikit tawa karna malu ketahuan sedang coli.
.
“gak papa kalo kamu kaya gitu, artinya kamu normal, tapi jangan Kaka juga jadi bahan onani kamu” ucap Kakaku yang membagongkan, dari mana ia tahu aku coli bayangin badan dia.
.
“ehhhh kok kaka bisa tau? kaka ngintip aku?” ucapku lumayan kaget.
.
“ih ngapain ngintip kamu, makanya kalo lagi onani suara di tahan, kenceng banget desahan kamu sampai kedengeran, Kaka kamu sendiri lagi jadi bahan onani kamu” ucap Kak Dina dengan senyuman tipisnya.
.
“hehehe iya Kak maaf habisnya tadi kan liat badan Kaka telanjang jadi nafsu” ucapku dengan nada pelan.
.
“Kaka sendiri kamu nafsuin gimana sih” ucap Kak Dina sambil makan ayam TFC.
.
“hehehe soalnya Kaka cantik, seksi begitu, gak papa kan kak kalo aku coli bayangin Kaka lagi?” kalimatku tanpa sadar yang membuat diri sendiri kaget.
.
“hmmm iyah gak papa asal jangan keseringan, sama kamu cari pacar gih biar gak onani terus” izin Kak Dina lampu hijau.
.
“hehe iya Kak” ucapku yang langsung menghabiskan ayam TFC.
.
setelah selesai makan aku dan Kak Dina pergi ke kamar masing masing. aku langsung rebahan di kasur dan memikirkan lampu hijau dari Kakaku tadi, artinya aku gak papa kalo coli bayangkan tubuh indahnya lagi, setelah puas berfikiran jorok tentang Kak Dina akupun langsung tidur dan menutup hari dengan kenyang.
