Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 12 – Keputusan Ku Tentang Hubungan Dengan Kak Dina

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Dewasa Jilbab Terbaru


Dinandra Yunita
.

” maafin Kaka selama ini udah nolak kamu, jujur Kaka juga pengen tapi kita terhalang ikatan Kaka Adek, malah Kaka ngasih keperjakaan kamu sama temen Kaka sendiri, Kaka merasa bersalah sama Kamh Anton, kalo kamu mau Kaka bersedia melakukan itu sama kamu Anton ” ucap Kak Dina membuat ku kaget.
.
aku tak menyangka Kak Dina mengatakan hal seperti itu pada ku.
.
” jadi maksud Kaka ? ” Ucap ku.
.
” iya Anton, Kaka milik kamu malam ini ” ucap Kak Dina lalu mendekat ke arah ku.
.
aku hanya diam dan masih bingung dengan sikap Kak Dina malam itu, ia semakin mendekat ke arah ku, tangannya membelai wajah ku, lalu Kak Dina mencium ku dengan mesranya, ciuman itu sangat nikmat bagi ku, aku yang tak tahan langsuang saja membalas ciuman ku dengan Kak Dina.
.
sluuurp slurrpp
” Kak Dina ahhh ” ucap ku di sela ciuman kami.
.
cukup lama kami berciuman di area meja makan, Kak Dina langsung saja menarik ku ke kamarnya, setelah sampai di sana Kak Dina dengan sigap melepaskan dasternya itu, nampah di hadapan ku tubuh telanjang indah Kak Dina, dengan buah dada yang besar dan pentil yang merekah, memeknya yang mulu dengan sedikit bulu yang tumbuh di atasnya. Kak Dina lalu mendekat ke arah ku dan kembali menciumi bibir ku, tangannya memegang tangan ku lalu ia arahkan ke buah dadanya yang besar itu, langsung saja aku remas pelan buah dada Kak Dina yang pulen itu. puas kami berciuman Kak Dina lalu mendorong ku hingga terduduk di kasurnya. ia lalu mengarakan buah dadanya untuk ku hisap dan nikmati.
.
Ayo Anton, kamu gak mau kah nenen kaka ? ” ucapnya langsung meraih kepala ku dan mendorongnya semakin dekat dengan buah dada miliknya.
.
aku yang menurut saja langsung menghisap buah dadanya dengan lembut, wangi badan kak Dina dan mulusnya buah dadanya membuat ku semakin larut untuk menghisap dan memainkan pentil susunya, lidah ku bermain dengan pentilnya yang ranum itu. sangat puas aku menghisap buah dadanya itu.
.
” terus Anton ahhh hmppp ahhh, Kaka milik kamu malam ini terus ohhhh ” desah Kak Dina menimkati lumatan ku di buah dadanya.
.
tanganya aktif meremas dan menjambak rambut ku, sesekali tanganya juga mendorong kepala ku di buah dadanya. puas aku memainkan buah dada Kak Dina aku lalu berdiri dan melepaskan celana dan cd yang ku kenakan, dengan cepat Kak Dina lalu mengocok kontol ku sambil menghisap puting ku.​.
Dinandra Yunita

.
” ahhh ohhhh Kak Dina ” desah ku.
.
sangat nikmat saat Kak Dina memperlakukan ku seperti itu, tangannya yang lembut membuat ku sangat keenakan, di tambah puting susu ku yang ia hisap dengan nikmatnya menambah nafsu ku pada dirinya. ia lalu turun dan wajahnya tepat di kontol ku, Kak Dina lalu membuka mulutnya dan melahap kontol ku.​.

slurrp slurpp slurpp
glek glek glek

.
” ahhh Kak Dina terus Kak Ohhh ” desah ku sambil membelai rambut Kak Dina.
.
aku semakin larut dalam permainan mulutnya di kontol ku, tanganya lalu meremas biji zakar ku dengan lembut, membuat ku semakin gelenjotan di buat Kak Dina, desah keras keluar dari mulut ku menikmati tiap gerakan mulut dan lidahnya di kontol ku, semakin lama semakin cepat ia menggerakan kepalanya, aku semakin mendesah dengan keras.
puas Kak Dina menyepong ku ia lalu bangkit dari jongkoknya, ia lalu rebahan di kasur dengan melebarkan kedua pahanya itu, aku yang sangat tergoda langsung naik ke atas kasur ku, ku tatap tajam memeknya yang indah itu, warna pink yang sangat menggoda dengan memeknya sedikit basah. aku lalu menjilati memek Kak Dina dengan rakusnya.
.
” ahhh ohbb Anton iya sayang terus uhhh hmppp ” desah Kak Dina keenakan saat ku lumat memeknya dengan rakus.
.
aroma memek Kak Dina sangat wangi, tak ada bau pesing atau aroma lain yang menganggu ku, aku terus melumat lebih lagi memeknya yang sangat aku idam idamkan itu. puas dengan memeknya aku segera mengarahkan kontolanya ke memek Kak Dina ku gerakan di antara lobang memeknya, membuat ia mendesih tak sabar ku setubuhi.
.
” ayo Anton, entod Kaka cepat, ayo sayang kaka milik kamu malam ini ” ucap Kak Dina memohon pada ku.
.
namun seketika tubuh ku terdiam, aku teringat masa mada kecil ku bersama Kak Dina, pikiran ku mulai buyar, aku terdiam mematung dengan kontol ku yang berada tepat di depan memeknya.
.
” kenapa Anton ayo masukin ” ucap Kak Dina terus memohon pada ku.
.
” maaf Kak, kayaknya aku gak bisa lakuin ini sama kaka ” ucap ku lalu menjauhkan diri ku padanya.
.
” kenapa Anton, ini kan yang kamu mau Anton, masa kamu membiarin kaka kaya gini ” ucapnya membelai wajah ku dengan lembut.
.
” maaf kak aku gak bisa, ini salah kak, aku minta maaf sama kaka, harusnya kita gak melakukannya, kita ini kaka adek ” ucap ku tertunduk lesu.
.
Kak Dina yang sakit hati mendengar ucapan ku langsung saja menampar wajah ku dengan keras.
.
Plaaaakkk
” jahat kamu Anton, pergi kamu dari kamar kaka pergi ” ucap Kak Dina setelah menampar ku dengan keras.
.
Kak Dina lalu mengusir ku keluar dari kamarnya, aku langsung saja menurutinya dan turun dari kasurnya, aku membawa pakaian ku yang tadi ku lepas, di depan pintu aku mengutarakan maaf ku sekali lagi.
.
maaf kak ” ucap ku pada Kak Dina.
.
” pergiiii ” ucapnya menyuruh ku pergi dari hadapanya.
.
aku lalu menutup pintu kamar Kak Dina, ku dengan suara samar samar ia menangis, namun aku harus ke kamar ku untuk melupakan semua kejadian itu.
.
.
.​.
.
.
.
.

.
.
beberapa hari kemudian, hubungan ku dengan Kak Dina agak renggang, tak seakrap dulu lagi, aku masih sedikit merasa bersalah padanya karena mengambil keputisan seperti itu, namun ini lah yang ku pilih. hari ini adalah kedatangan Bang Ferr dan pindahnya aku ke rumah yang ku beli hasil jerih payah ku berjualan MilkTea. Bang Ferr dan Kak Dina mengantar ku ke rumah baru ku, di sana mereka memeluk ku untuk berpisah setelag itu merek pulang. beberapa hari selanjutnya aku ingin menjenguk Kak Dina yang tengah hamil anak pertamanya. aku lalu memarkirkan mobil ku di depan rumah Kak Dina, di sana aku bertemu dengan Bang Ferr yang tengah berolahraga bersama dengan warga di komplek.​.
Fery Atmaja

Mezcviu T

.
” Bang Ferr, gimana kabarnya Bang Ferr ? ” ucap ku dengan menyapanya.
.
” baik baik kok Anton, wih ada waktu luang nih jadi kesini hahaha ” ucap Bang Ferr tertawa setelah menyalimi ku.
.
” hahaha iya Bang Ferr, eh Kak Dina ada, aku bawain buah buahan buat dia ” ucap ku menampilkan kantong kresek berisi buah buahan segar yang ku beli di jalan tadi.
.
” ada kok di dalam sama Pak RT katanya ada urusan, abang mau olahraga dulu yah ” ucapnya lalu berpaling dari hadapan ku.
.
” oke bang hati hati, aku ke dalam dulu yah ” ucap ku lalu berjalan ke arah rumah.
.
aku masuk ke dalam rumah dan memanggil manggil Kak Dina.
.
” Kak, Kak Dina ” ucap ku.
.
tak ada jawaban di rumah itu, ku temukan map berisi berkas berkas di meja ruang tamu, tak ada ku lihat Kak Dina atau Pak RT di ruang tamu, aku semakin ke dalam untuk mencari Kak Dina.
.
Kak ” teriak ku memanggil Kak Dina.
.
aku tak menemukan Kak Dina sama sekali di rumah itu, kamarnya juga kosong, namun saat aku mencapai ruang belakang terdengar suara samar samar seperti desahan. aku lalu mengikuti sumber suara itu, sampai di halamam belakang betapa terkejutnya aku, Pak RT kini menyetubuhi Kak Dina dari belakang, Daster yang Kak Dina kenakan tersingkap dengam jilbab yang masih menempel di kepalanya, perutnya besar karena hamil anak pertama, buah dadanya bergerak maju mundur seirama dengan genjotan Pak RT. Kak Dina yang sadar dengan keberadaan ku langsung memanggil ku.​.
Dinandra Yunita

.
” Anton ahhhhh jangan kasih tau Mas Ferr yahh ahhh ohhhh ” desah Kak Dina pada ku.​.
pak RT

Mezcvl8 T

.
” hahaha sini Anton mending ikut deh hahaha ” ucap Pak RT dengan tawanya sambil menggenjot kaka ku yang sedang hamil tua.

Reviews

81 %

User Score

17 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *