Kakak Ku Diandra Yunita – Ep 1 – Pindah Kota

Author Avatar

RajaBokeps

Joined: Mar 2025
Bagikan Video Bokep Ini

Cerita Seks Terbaru Indonesia

hoaaammmmmm
bangun ku pada pagi yang cerah ini, hari ini rencanaku adalah pindah dari kos ini, lebih tepatnya aku akan pergi dari kota yang menyebalkan ini, hirup pikuk kota yang metropolitan dan cepat membuatku sangat tersiksa, aku tak bisa merasakan kehidupan seperti manusia pada normalnya, aku ingin pindah dari kota ini sampai aku rela berhenti bekerja sebagai admin di perusahaan nasional dengan gajih yang lumayan. tenang saja aku cukup punya tabungan yang banyak untuk aku nanti pergi dari kota yang membosankan ini. oh yah sebelumnya perkenalkan aku Anton Aksara usiaku berumur 21 tahun, tinggi ku 170 cm dengan perawakan yang standar, muka ku? sudah jelas aku tidak ganteng, tapi juga tidak jelek, bisa dibilang mukaku sangat pas pasan. aku berencana pindah dari kota metropolitan menuju kota yang lebih sederhana dan damai, agar aku bisa menikmati kehidupan yang normal. bukannya hanya pindah aku juga akan membangun sebuah bisnis kecil kecilan disana dikehidupan baruku. sementara aku membangun bisnisku aku berencana untuk menetap sementara bersama kakak perempuanku, Namanya Dinandra Yunita biasa dipanggil Dina. kakak ku itu mempunyai wajah yang sangat cantik, dan kulit yang putih membuat kakaku dulu menjadi primadona di tempat tinggalku dulu, sehari hari dia memakai Jilbab sampai sekarang. Kakak ku bekerja sebagai Guru SMK di kota tersebut. Kak Dina sekarang berumur 25 tahun.
.
Dinandra Yunita

.
kakak ku juga sudah menikah 1 tahun lalu dengan seorang pria yang lumayan tajir di kota yang akan ku tinggali ini, suaminya namanya Fery Atmaja biasa dipanggil Bang Ferr, Bang Ferr berumur 5 tahun lebih tua dari kakak ku, ia bekerja di sebuah perusahaan pelayaran dan menjadi kapten kapal. Bang Ferr memiliki wajah yang bisa dibilang tampan dengan perawakan yang lebih tinggi dariku. ia juga sangat murah hati suka memberiku uang untuk sekedar jajan atau membelikan ku sesuatu.​.
Fery Atmaja

.

setelah sudah siap siap dengan mandi dan semacamanya, akupun bergegas untuk keluar dan mengatur barang bawaanku ke motorku. aku lalu mengikat dus dus dan koper berisikan pakaian dan perlengkapan pribadiku menggunakan tali dari ban dalam kendaraan. saat aku mengikat tali itu aku di tegur sama ibu kosku.
.
“lee gak pamitan dulu kah lee” ucap Ibu Kosku dengan wajah yang agak sedih.
.
“haha, ini habis siap siap baru mau pamitan” ucapku menyelesaikan mengikat dan langsung salim ke Ibu Kos ku itu.
.
“sedih ibu lee gak ada yang nemenin sama bantuin ibu lagi” ucap Ibu kos.
.
“yah gakpapa Bu, nanti aku bakal sering sering jenguk Ibu, toh kotanya juga gak jauh banget Bu” ucapku menebangkan Ibu Kos.
.
yasudah lee kalo ada apa apa kabarin aja ibu yah, kamu itu udah Ibu anggap sebagai anak Ibu” kata Bu Kos ku.
.
“iya bu tenang aja Anton kesini teruskok pokoknya kalo ada waktu luang” ujarku kembali menenangkan
.
“eh ini ibu ada makanan buat kamu makan di tengah perjalanan nanti, itu makanan kesukaan kamu, dimakan yo” ucap Ibu Kos ku dengan memberikan rantang makanan.
.
“ahhh, makasih Bu” ucapku meraih rantang dan memeluk Ibu Kos yang sudah sangat baik kepadaku, dia sudah ku anggap sebagai Ibu kandungku sendiri selama berada disini.
.
Ibu Kos membalas pelukan ku dengan sedikit isak tangis keluar di wajahnya. aku pun kembali menenangkan Ibu Kos ku itu, sedih rasanya meninggalkan dia namun aku harus pergi dari kota ini untuk melanjutkan hidup yang ku harapkan.
setelah berpamitan dengan Ibu Kos dan beberapa penghuni lain aku pun langsung tancap gass menuju kota yang akan ku tinggali. aku mengikuti Maps yang sudah diberikan Kak Dina dari pesan WA, sambil menikmati perjalanan aku mengendarai kendaraan dengan bawaan yang cukup banyak dibelakang. cukup lama aku berkendara sampai perutku keroncongan, membuat aku beristirahat sejenak di sebuah Rest Area. aku pun langsung memarkirkan kendaraan ku dan menuju tempat duduk yang ada disana. akupun langsung membuka rantang yang diberikan ibu kos ku itu, Nasi Goreng pete adalah makanan favoritku, apalagi buatan Bu kos yang sangat banyak petenya, dengan lahap aku memakan makanan itu. saat makan Notif WA dari Kak Dina masuk.
.
“udah sampe mana ton?” notif WA kakaku masuk.
.
“udah sampai Rest Area KM 27 kak, lagi istrihat makan” jawabku.
.
“udah deket itu Ton” pesan kakaku.
.
“iya kak tinggal beberapa Kilo lagi”. ujarku.
.
“oh yasudah hati hati di jalan yah ton” balas kakaku cepat.
.
“iya kak siap” balasku lagi.
.
akupun langsung melanjutkan makanku dengan lahap. selesai makan aku pun membuka handpohne ku dan menghisap rokok andalanku sambil membuka instagram, beberapa saat aku berselancar di instagram aku menemukan sebuah akun instagram bernama Husna Amira, akupun penasaran dan membuka profil dan akunya, ternyata dia sangat cantik dengan kerudung dan wajah imutnya itu. aku terpesona dengan foto foto yang ada di akun tersebut. namun aku tak berani follow ataupun menyapa dia, aku orangnya pemalu dan punya insecure yang lumayan, mungkin karna aku tak pernah pacaran atau bahkan sekedar dekat dengan perempuan cantik. akupun hanya mamadangi dia dalam kekaguman. cukup istirahat dan batang rokokku sudah habis, akupun langsung melanjutkan perjalananku menuju rumah kakaku kak Dina.
……
sampai lah aku di sebuah komplek yang cukup elit bagiku, akupun langsung mencek HP dan membuka maps, ternyata tinggal beberapa Blok lagi aku akan sampai di rumah kakaku. setelah sampai dititik aku pun langsung menelpon kakaku.
.
tuttt tuuuuttt bunyi telpon
“halo kak udah dititik nih, rumah kaka yang mana?” ucapku sambil menelpon menoleh kepala kiri dan kanan.
.
“oh iya tunggu sebentar, kakak keluar dulu” ucap kakaku langsung mematikan Telponnya.
.
“oh iya kak, aku tungu” ujarku sambil menunggu kakaku keluar rumah.
.
ditengah tengah menunggu aku di samperin sama laki laki agak tua umur kisaran 50 tahunan. laki laki tua itu menepuk pundakku dari belakang.
.
“eh kamu ngapain disini?” ucap laki laki tua itu dengan tegas.
.
“eh pak, emhhh saya adiknya Dinandra Yunita, orang komplek sini bapak tau?” ucap aku sambil menyodorkan tangan bersalaman.
.
eh kamu adiknya Mbak Dina yang pulen itu” ucap bapa itu sambil bersalaman denganku.
“dari mana kamu, kok mbak Dina nggak ngasih tau saya yah, saya ketua RT komplek sini, siapapun yang datang ke sini harus lapor ke saya” ucap ketua RT.​.
Pak RT

.
“oh emhhh mungkin Kak Dina lupa belum kasih tau Bapak aja, nanti juga lapor kok kayaknya” ucapku melepaskan tanganku dari genggaman Pak RT.
.
“oh iya iya” ucap Pak RT.
.
saat aku dan Pak RT mengobrol keluar lah dari Rumah depan yang lumayan besar dengan pagar yang juga besar. disana keluar lah Kak Dina dengan pakaian batiknya, mungkin ia juga habis pulang ngajar belum sempat ganti pakaian.​.
Dinandra Yunita


.
“Anton akhirnya kamu sampai juga, eh ada Pak RT, mau mampir dulu Pak?” ucap kakak Dina dengan ramah dan senyuman yang menawan.
.
“hehee nggak nanti saja saya mampir ke rumah Mbak Dina, gak enak ada adik kamu disini hehe” balas Pak RT dengan senyumannya.
.
“oh iya Pak, ini kenalin Adik saya Anton Aksara, dia mau tinggal disini beberapa waktu” ucap Kak Dina memperkenalkan ku.
.
“oh iya tau, tadi sudah kenalan juga, berhubung ada adik Mbak Dina mau tinggal disini Mbak Dina bisa lapor nanti ke rumah saya yah hehehe, buat laporan, bisa kan Mbak Dina malam ini lapor” ucap Pak RT dengan senyumannya.
.
“ehmmm ehhh iya Pak nanti saya usahain kesana buat lapor” ucap Mbak Dina dengan muka agak sedikit ragu.
.
“hahaha oke mbak, yasudah saya mau ke kebun dulu mau bersihin rumput, yasudah saya pergi dulu, jangan lupa malam ini yah Mbak hehehe” ucap Pak RT lalu pergi menjauh dari kami berdua.
.
“ayo Ton masuk, parkirin aja motornya di dalam garasi” ucap Kak Dina menunjuk garasi rumahnya.
.
” iya kak” aku pun langsung memarkirkan mororku dan langsung masuk bersama Kak Dina ke dalam rumahnya.
rumahnya sangat bagus dengan lampu terang dan lantai rumah itu yang bertingkat 2 membuat ku terpana dengan rumah Kak Dina.
.
“anton kamu duduk dulu di sofa yah, kaka ambilin minuman dulu” ucap Kak Dina yang langsung berjalan ke arah dapur.
.
“iya kak makasih” akupun duduk disofa yang sangat empuk dan nyaman, baru pertama kali aku duduk disofa senyaman ini, biasanya kalo santai juga di teras kos atau nggak kursi indoapril. sambil menunggu Kak Dina mengambilkan minuman untukku, aku melihat kiri kanan menoleh, terkagum kagum dengan rumah Kak Dina. tak berapa lama Kak Dina datang membawaka minuman dingin untukku.
.
“ini Ton minumannya” ucap Kak Dina menaruh minumannya di meja.
.
“iya kak duh jadi ngerepotin” kata ku sok sungkan namun langsung meminum minuman yang dibikin Kak Dina.
.
“halah kamu itu, emang kamu ngerepotin kaka terus kan hahaha” canda kakaku sambil duduk di sebelahku.
.
akupun hanya bisa tertawa membalas candaan kakak cantik ku itu.
.
“eh kak, ngomong ngomong Bang Ferr mana?” tanyaku heran Bang Ferr tak kelihatan dari tadi.
.
“oh bentar lagi juga pulang beli makan tadi buat kamu Anton” ucap Kak Dina sambil menyilangkan kakinya duduk di Sofa.
.
“oh gitu kak kirain berlayar” kataku sambil minum.
.
“besok dia berangkat lagi ton bakal pulang 2 bulan lagi” jawab kakak ku dengan senyum.
.
ditengah perbincangan kami berdua, Bang Ferr datang dengan membawakan ayam TFC yang lumayan banyak.​.
Fery Atmaja

.
“weh Anton pas banget udah sampe” ucap Bang Ferr mendekat ke arahku sambil menyodorkan tangannya bersalaman.
.
“iya bang, baru banget sampe” ucapku menatap ayam TFC
.
“wah kamu keknya laper banget yah lihati ayam hahaha, yaudah kita makan gimana ton, bunda siapin piring boleh bun” ucap Bang Ferr sambil menoleh ke arah istrinya.
.
“boleh sayang, Anton ayo ke meja makan, Bang Ferr udah beliin harus di makan” kata Kak Dina sambil mengayunkan tangannya mengajakku ke meja makan.
.
akupun segera mengikuti Bang Fer dan Kak Dina untuk duduk di meja makan, setelah semua sudah di siapkan oleh Kak Dina, aku dan Bang Ferr langsung makan dengan lahap, namun tidak dengan Kak Dina.
.
“kak Dina gak makan?” ucapku ke Kak Dina.
.
“nanti aja, kan kaka mau laporan ke Pak RT kalo kamu nginep, sayang aku pergi ke rumah Pak RT dulu yah” sambil kak Dina Salim mencium tangan suaminya itu.
.
“iya sayang hati hati” ucap Bang Ferr membalas.
.
aku dan Bang Ferr pun makan dengan lahap sembari kami berbincang tentang kehidupan dan bisnin yang nanti akan ku bangun, Bang Ferr akan minta tolong ke temannya untuk membantuku membuka Usaha yang bisa cepet Growt dengan stabil, karna Bang Ferr tidak bisa menemaniku jadi dia minta bantuan temannya nanti untuk membantuku. setelah makan akupun diantar ke kamarku oleh Bang Ferr, kamar yang ditunjukan ada di lantai 2 bersebelahan dengan kamar Bang Fer dan Kak Dina, kamar yang sangat luas dan nyaman, Ac, TV, Kamar mandi, PS5, kulkas, dan lemari sudah disiapkan untukku. aku sangat berterima kasih kepada Bang Ferr yang sangat baik membantuku. kata Bang Ferr ini ucapan terimakasih karena mau tinggal disini untuk menemani Kak Dina jika Bang Ferr pergi berlayar. aku pun lalu masuk kamar, bersih bersih dan memasukan kelemari semua pakaianku, setelah semua selesai aku langsung tidur dikasur yang empuk karna kelelahan.​

Reviews

0 %

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *